Gaza dan Kasus Boikot BBC

asahannews ( berita palestina )
Oleh: Dr. Terry Lacey *

Keputusan BBC menolak untuk menyiarkan imbauan kemanusiaan yang telah dibuat oleh Disasters Emergency BBC LogoCommittee (DEC) agar organisasi-organisasi non-pemerintahan Inggris yang sedang bertugas di Jalur Gaza untuk membantu rakyat Gaza yang terluka dan tidak memiliki tempat tinggal adalah salah satu perilaku politik yang paling penakut dan kepengecutan hukum di dalam sejarah penyiaran televisi Inggris.

Selama tahun-tahun saya bertugas sebagai Sekretaris Jenderal War on Want, sebagai Pimpinan International Broadcasting Trust, sebagai Pelindung One World Broadcasting Trust, dan sebagai anggota Educational Advisory Committee terdahulu pada Independent Broadcasting Authority, saya tidak pernah mendapati sebuah kesalahan pertimbangan politik sebesar seperti yang telah dibuat oleh Mark Thompson, Direktur Jenderal BBC. Dia harus meletakkan jabatannya atau kebobrokan perusahaan akan menjadi bertumpuk dan menyeluruh.

Selama tahun-tahun kepemimpinan Margaret Thatcher ketika War on Want berada dalam sebuah pertempuran politik dan hukum amal yang terus menerus dengan Komisi Amal, tidak pernah ada kejadian seperti ini sebelumnya.

Imbauan ini digunakan oleh Palang Merah, Oxfam, Save the Children, Help the Aged, Christian Aid dan World Vision untuk mengumpulkan dana untuk masyarakat Gaza, khususnya anak-anak.

Organisasi-organisasi tersebut adalah organisasi bantuan bencana dan agen-agen berkembang yang paling profesional di Inggris dan tidak akan mengacuhkan sebuah imbauan untuk efek politik, tapi hanya bekerja untuk misi kemanusiaan bagi mereka yang telah menderita dalam perang dimana 1330 orang tewas dan 5450 orang terluka, termasuk lebih dari 400 anak-anak dan lebih dari 100 wanita yang tewas.

Imbauan ini telah disiarkan oleh Channel 4, ITV dan Channel 5. Gambar-gambar kehancuran Gaza sesungguhnya ingin menyampaikan bahwa “Saat ini bukan lagi tentang benar atau salahnya konflik yang terjadi. Masyarakat Gaza semata-mata butuh bantuan anda”.

Apa yang harus dilakukan saat ini sangatlah mudah. Hal ini tidak secara langsung berkaitan dengan politik Israel dan Palestina. Ini bukanlah tentang Pemerintahan Inggris, tapi ini adalah tentang BBC.

Para wajib pajak Inggris harus meminta kepada pemerintah, agar pajak televisi dihentikan sebagai sebuah pajak ekstra yang tidak langsung dalam kurun waktu resesi. Hal ini tidak adil bagi masyarakat yang miskin, yang tidak memiliki pekerjaan dan tidak dibenarkan dalam mendukung perusahaan TV publik yang telah sangat tidak peduli terhadap masalah ini dari kepedulian publik yang mereka layani. Kecuali jika keadaan ini berubah atau diatur secara benar.

Hal ini secara implisit juga merupakan keputusan masyarakat yang anti-Muslim dan anti-Arab. Masalah yang sama tidak timbul untuk imbauan-imbauan selama konflik awal di Amerika Tengah atau Afrika Selatan.

Liga Arab dan Organization of Islamic conference (OKI) harus mencatat hal ini. Kedutaan-kedutaan negara-negara Arab dan negara Muslim yang berada di London harus melaporkan hal ini kepada pemerintah mereka masing-masing. Perusahaan-perusahaan Muslim dan Arab dan masyarakat di seluruh dunia harus memberi respon terhadap boikot barang-barang dan pelayanan dari BBC, sampai waktu di mana keputusan ini dirubah. BBC harus menawarkan sebuah alternatif jika kesempatan semula untuk menolong orang-orang tersebut telah hilang. Mereka yang bertanggung jawab terhadap keputusan ini harus diberhentikan atau harus mengundurkan diri.

Dr. Terry Lacey adalah ekonom yang berdomisili di Jakarta, Indonesia yang menulis tentang modernisasi dalam dunia muslim, investasi dan hubungan perdagangan dengan Uni Eropa dan juga Islamic Banking.Tulisan ini diterbitkan atas izin pihak penulis

hidayatullah.com

Iklan

Satu Tanggapan

  1. pembantaian terus terjadi, israel memang negara yg bejat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: