Oknum Walikota Pematang Siantar telah Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus CPNS Gate

Kapolres Simalungun:
Oknum Walikota Pematang Siantar telah Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus CPNS Gate

Pematang Siantar, (Analisa)

Oknum Walikota P.Siantar Ir RE Siahaan bersama 3 panitia penerimaan calon pegawainegeri sipil (CPNS) formasi tahun 2005,Drs Morris Silalahi, Drs Tanjung Sijabat termasuk Almarhum Tagor Batubara,SH telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus CPNS gate sejak,6 November 2008 lalu.

Kapolres Simalungun AKBP Rudi Hartono, SIK mengungkapkan hal itu kepada delegasi aliansi rakyat bersatu (ARB) Choki Pardede, Megawati Hasibuan, Jansen Napitu, Marlas Hutasuhut,SH di ruang kerjanya,Rabu (26/11).

Hal itu dilakukan Kapolres untuk menyikapi aspirasi yang disuarakan ratusan massa ARB yang menggelar aksi unjuk rasa ke gedung DPRD setempat sejak,Senin (24/11).

Kepada delegasi Kapolres Rudi Hartono didampingi staf menyatakan, berdasarkan penetapan tersangka pihaknya mengajukan permohonan izin pemeriksaan terhadap Walikota Ir RE Siahaan kepada presiden.

Dua bulan atau 60 hari setelah surat diterima Setneg tidak mendapat jawaban atau tanggapan maka Polres Simalungun dapat melakukan pemeriksaan terhadap Ir RE Siahaan. Bahkan kalau tersangka tidak persuasif kepada pihak penyidik maka pihak Polres Simalungun dapat melakukan tindakan pemanggilan paksa.

Selain Ir RE Siahaan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus 19 CPNS gate formasi 2005,Polres Simalungun berdasarkan hasil penyelidikan juga menetapkan 3 tersangka lain yang duduk dalam panitia teras penerimaan CPNS formasi 2005 tersebut.

Ketiga tersangka yaitu, mantan oknum Sekretaris daerah kota (Alm) Tagor Batubara,SH,oknum mantan Kepla BKD P.Siantar Drs Tanjung Sijabat yang saat menduduki jabatan Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) P.Siantar dan onum Kepala BKD Drs Morris Silalahi.

Namun sejauh ini belum ada tersangka yang ditahan, imbuhnya. Pertemuan berlangsung singkat.Dari ruang kerja Kapolres Simalungun di Jalan Sudirman kota berhawa sejuk itu, delegasi langsung menemui massa yang telah lelah memperjuangkan aspirasi yang diusung ke gedung dewan. Saat itu juga,Choki Pardede membeberkan hasil pertemuan dengan Kapolres tersebut.

Temui Ratusan Massa

Sebelumnya Kapolres Simalungun AKBP Rudi Hartono,SIK didampingi Ketua DPRD Lingga Napitupulu, Wakil Ketua Ir Saut H Simanjuntak dan beberapa anggota dewan,Wakapolresta P.Siantar Kompol Safwan Khayat,SH,Mhum menemui ratusan massa ARB yang berunjukrasa di gedung wakil rakyat.

Kapolres meminta massa ARB agar membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing.Izin mereka telah habis karenanya diminta meninggalkan lokasi itu. Soal tuntutan yang disampaikan pihaknya mengajak beberapa perwakilan sebagai delegasi, timpalnya.

Imbauan Kapolres Simalungun itu mendapat sambutan hangat dari masyarakat sembari mengelu-elukannya dan menyatakan siap mendukung. Tatap muka berlangsung sangat singkat. Kapolres Rudi Hartonopun meninggalkan massa dan bersamaan dengan itu delegasipun menyusulnya. Rakyat Bersatu Tak Bisa Dikalahkan

Choki Pardede mengatakan, perjuangan ARB selama 3 hari 2 malam menginap di gedung wakil rakyat kota berhawa sejuk itu untuk membuktikan kesungguhan aparat penegak hukum di kota P.Siantar dalam menjalankan tugas dan fungsinya (Tupoksi).

Selama ini rakyat meragukan apakah hukum dapat ditegakkan di kota ini karena selama ini rakyat terkesan tindakan kurang jelas. Ternyata kali ini apa yang dinanti-nantikan rakyat, khususnya ARB tentang penegakan hukum terjawab. Polres Simalungun telah menetapkan RE Siahaan sebagai tersangka dalam kasus CPNS gate bersama 3 tersangka lainnya.

Mendengar penjelasan itu ratusan massa ARB secara spontan menyambutnya dengan gegap-gempita.

Salah seorang penanggungjawab Marihot Gultom yang menyitir massa selain mengajak bernyanyi-nyanyi menyerukan massa agar makan nasi yang disiapkan.

Massanya juga diajak membersihkan sampah dan mengangkut spanduk dan baliho sebelum meninggalkan kompleks gedung dewan itu. Ratusan massa tampaknya menurut instruksi yang disampaikan sebelum membubarkan diri setelah 3 hari dua malam menginap di gedung dewan. (jap/tps)
sumber berita

Satu Tanggapan

  1. Kita tunggu hasil pemeriksaan walikota pematangsiantar palìng lama 2 bln lagì semenjak 6 nov 2008…semoga bisa bersabar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: