BPOM kembali tarik 22 jenis jamu tradisional berbahaya

asahannews ( berita asahan sekitar )
Kembali BPOM menunjukkan kinerjanya dalam pengawasan Jamu tradisional yan bisa mengancam jiwa pemakai akibat adanya campuran bahan kimia berbahaya yang dilakukan pihak pembuat jamu.Kita acungkan jempol untuk BPOM untuk hal ini.Namun demikian masyarakat menghimbau kepada BPOM untuk menindak tegas kepada pembuat jamu melalui jalur hukum yang berlaku.

Belum selesi cerita melamin yang meresahkan kini 22 jenis jamu tradisional ditarik kembali oleh BPOM

BPOM Tarik 22 Suplemen Penambah Stamina Pria


Jakarta, (Analisa)
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan peringatan publik tentang penarikan 22 jenis produk obat tradisional (jamu) dan suplemen penambah stamina pria karena mengandung bahan kimia obat keras (BKO).

“Berdasarkan hasil pengawasan obat tradisional dan suplemen makanan melalui sampling dan pengujian laboratorium selama 2008 hingga 14 November, BPOM telah memerintahkan penarikan dari peredaran 22 jenis jamu dan suplemen makanan yang mengandung BKO berupa sildenafil sitrat dan tadafil,” kata Kepala BPOM Dr Husniah Rubiana Thamrin Akib, dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat.

Husniah Rubiana Thamrin Akib menjelaskan bahwa BPOM telah menerima berbagai pengaduan berupa keluhan kesehatan dari masyarakat setelah mengkonsumsi jamu dan suplemen penambah stamina pria yang kini dilarang peredarannya di Indonesia tersebut.

“Kami belum mendapati pengaduan dari masyarakat berupa kematian, tapi baru berupa keluhan seperti sakit kepala, mual, nyeri dada, dan denyut jantung yang cepat, persis seperti gejala-gejala orang yang mengonsumsi sildenafil sitrat dan tadafil,” katanya.

“Mengonsumsi obat tradisional dan suplemen makanan yang mengandung bahan kimia obat keras membahayakan kesehatan bahkan dapat menimbulkan kematian. Dan berdasarkan ketentuan pembuatan obat tradisional dan suplemen makanan, memang bahan kimia obat tidak boleh dicampurkan ke dalam komposisi,” tambah Husniah.

Sildenafil sitrat, misalnya, dapat menyebabkan sakit kepala, pusing, dispepsia, mual, nyeri perut, gangguan penglihatan, radang hidung, infark miokard, nyeri dada, palpitasi (jantung berdenyut sangat cepat), dan yang paling fatal adalah kematian.

Sementara tadalafil dapat menyebabkan nyeri otot, pusing, sakit kepala, mual, diare, muka memerah, hidung tersumbat, dan hilangnya potensi seks secara permanen.

“Tadalafil bersifat melebarkan pembuluh darah yang menyebabkan penurunan tekanan darah, pasokan oksigen dan darah ke dalam otot jantung menurun, nyeri dada yang tidak stabil, irama jantung yang tidak normal, bahkan serangan stroke,” ujar Kepala BPOM.

Secara internasional sildenafil sitrat dikenal sebagai obat bermerek dagang “Viagra”, sementara tadalafil dikenal secara internasional dengan nama obat “Cialis”.

“Orang boleh saja mengonsumsi dua jenis obat ini, tapi harus atas resep dokter, karena efeknya bisa mematikan bila dikonsumsi penderita jantung,” kata dia.

Itu sebabnya, masih kata Husniah, bila bahan kimia obat keras ini dimasukkan ke dalam obat tradisional dan suplemen makanan yang dijual bebas, maka efek berbahaya obat keras bisa luput dari pengawasan konsumen.

Jenis obat tradisional dan suplemen makanan yang mengandung tadalafil dan ditarik peredarannya terdiri atas: 5 produk obat tradisional impor, 14 produk obat tradisional lokal, 1 suplemen makanan impor, dan 2 suplemen makanan lokal.

Di antara 22 produk yang dibatalkan nomor registrasi BPOM dan merek dagangnya itu, terdapat 4 produk yang diketahui mencantumkan nomor registrasi fiktif. (Ant)

Satu Tanggapan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: