Amrozi Cs Dieksekusi Pukul 03.00 WIB Jum’at

Jakarta (SIB)
Ada sedikit titik terang mengenai waktu pelaksanaan eksekusi terhadap tiga terpidana mati bom Bali I Amrozi, Imam Samudra, dan Muklas. Rencananya, Amrozi cs akan dieksekusi mati pukul 03.00 WIB, Jumat (7/11).
Sumber detikcom menyatakan segala persiapan untuk eksekusi sudah final. “Keputusannya, eksekusi akan dilakukan pada pukul 03.00 WIB besok pagi,” kata dia kepada detikcom, Kamis (6/11).
Tempat eksekusi telah diputuskan di kawasan perbukitan di bekas LP Nirbaya, Nusakambangan, Cilacap. Lokasi ini terletak sekitar 3 KM dari LP Batu, tempat Amrozi cs ditahan dan diisolasi. Saat ini, tiga tiang untuk eksekusi terhadap tiga otak bom Bali itu telah disiapkan sejak beberapa hari lalu di perbukitan itu.
“Eksekusi pada hari Jumat pukul 03.00 WIB itu sebenarnya sudah diputuskan sejak lama. Tapi, tidak tahu mengapa kok beritanya jadi simpang siur. Hari Jumat ditentukan, karena bagi para terpidana, itu hari baik,” kata sumber tersebut.
Di tengah kegelapan, Amrozi cs akan menghadapi tim penembak dari Polda Jateng. Setelah mereka ditembak mati, ketiga jenazahnya akan ditangani tim medis untuk dikeluarkan pelurunya. Setelah diproses secara Islam, jenazah akan diterbangkan ke Lamongan dan Serang.

“Jenazah Amrozi dan Muklas akan diterbangkan ke Lamongan dan jenazah Imam Samudra akan diterbangkan ke Serang untuk diserahkan kepada keluarga dan dimakamkan,” ujar dia. Dua heli saat ini sudah disiapkan di kawasan Nusakambangan.
Sumber itu memastikan bahwa jadwal eksekusi itu sudah final. “Tapi, kalau nanti kemudian ada perubahan lagi, berarti itu ada kendala sangat-sangat teknis di lapangan,” jelas dia.
Hingga saat ini, belum ada pejabat Kejagung yang bisa dikonfirmasi secara resmi mengenai waktu pelaksanaan eksekusi terhadap ketiga terpidana bom Bali itu.
Bukit Nirbaya, Langganan Lokasi Eksekusi Mati
Sebuah perbukitan di Pulau Nusakambangan, Cilacap dipilih sebagai lokasi eksekusi mati terhadap tiga terpidana mati Bom Bali: Amrozi, Imam Samudra, dan Muklas. Nama perbukitan ini adalah Nirbaya. Dulu di lokasi ini berdiri LP Nirbaya, peninggalan Belanda.
Informasi yang didapatkan detikcom, Amrozi cs akan menghadapi regu penembak jitu dari Polda Jateng pada pukul 03.00 WIB, Jumat (7/11). Semua persiapan terkait eksekusi di Nusakambangan ini sudah final. Tim penembak sudah disiagakan di pulau itu, begitu juga dengan helikopter dan tiang eksekusi.
Rencananya, Amrozi cs akan dibawa ke perbukitan itu Kamis malam. Jaksa dari Pidana Umum Kejagung dan Kejati Bali akan memimpin eksekusi ini. Tim jaksa eksekutor saat ini sudah berada di Nusakambangan.
Perbukitan Nirbaya ini berjarak cukup jauh dari LP Batu, Nusakambangan, tempat Amrozi cs ditahan dan diisolasi. Ada yang mengatakan, jarak Nirbaya-Batu 3 KM. Namun, ada juga yang mengatakan jarak kedua tempat ini sekitar 6 KM.
Namun, yang jelas, tempat ini cukup sunyi, penuh dengan pepohonan. Nah, di kawasan ini ada semacam tanah lapang yang cukup luas, yang berada di dekat kebun jeruk. Di lahan inilah tiga tiang eksekusi didirikan. Tiap tiang bertinggi sekitar 2 meter. Di tiang inilah, Amrozi cs akan dieksekusi.
Perbukitan Nirbaya ini sudah menjadi langganan eksekusi mati. Dua terpidana kasus subversi, yakni Umar (1985) dan Bambang Suswoyo (1987) dieksekusi di tempat ini. Dua terpidana mati kasus narkoba asal Nigeria yakni Samuel Iwuchukwu Okoye dan Hansen Anthony Nwaolisa juga dieksekusi dan dimakamkan di perbukitan tersebut.
Di Bukit Nirbaya ini, dulu pernah berdiri LP buatan Belanda. Namun, LP ini ditutup tahun 1986. Kini, bangunan LP itu sudah hancur, namun masih terlihat sisa-sisa bangunannya.
Salah seorang petugas LP bercerita, jalan ke arah Nirbaya cukup terjal. Medan jalan berumput dan terdiri dari bebatuan. Dari atas Bukit Nirbaya ini, hamparan Laut Samudra Hindia terlihat jelas.
Pekerja Proyek di Nusakambangan Diliburkan Mendadak Hingga Senin
Pekerja proyek perbaikan jalan dan renovasi Lembaga Pemasyarakatan Kembang Kuning di Nusakambangan diliburkan mendadak hingga Senin 10 November 2008. Adakah ini pertanda eksekusi Amrozi Cs diadakan malam ini?
Kegiatan di Dermaga Wijayapura, Cilacap mulai berdenyut ketika Kapal Pengayoman berlabuh Kamis (6/11) pukul 06.00 WIB. Kapal itu menumpahkan muatannya, warga Nusakambangan yang akan beraktivitas di Cilacap seperti anak-anak sekolah dan orang-orang yang bekerja.
Biasanya, setelah menurunkan penumpangnya, kapal itu membawa warga Cilacap yang beraktivitas di Nusakambangan seperti sipir dan pekerja proyek. Di Nusakambangan memang sedang ada beberapa proyek pengaspalan dan perbaikan jalan, juga proyek renovasi LP Kembang Kuning.
Namun, kali ini tak seperti biasanya, hanya sipir saja yang boleh naik ke kapal itu dengan pemeriksaan ketat. Sementara sekitar delapan pekerja proyek, terlihat dari tanda nama merah yang dikenakan di dada bertuliskan ‘Proyek’, dilarang menaiki kapal oleh polisi yang berjaga di dermaga itu.
“Iya nggak boleh masuk nih per hari ini,” ujar salah satu pekerja proyek Kardiman ketika ditanya mengapa tidak jadi naik kapal.
“Apa ini mendadak?” tanya detikcom.
“Iya mendadak baru hari ini,” jawab dia.
“Apa sudah diberitahu sebelumnya?” cecar detikcom.
“Udah tahu sih tahu hari kemarin cuma tepatnya hari apa nggak dikasih tahu,” jawab dia.
Ketika ditanya sampai kapan diliburkan, Kardiman hanya menjawab,”Sampai hari Senin,”.
Pantauan detikcom, pagar kawat sudah dirapatkan polisi ke jalan masuk kapal. Kapal yang biasanya dinaiki sepeda motor, mobil dan truk, dengan dirapatkannya pagar kawat itu hanya sepeda motor yang bisa lewat.
Rilis Eksekusi Amrozi Cs Akan Disampaikan Kejagung di Jakarta
Terpidana mati Amrozi cs dikabarkan akan dieksekusi pada Jumat 7 November 2008 pukul 03.00 WIB. Namun Kejagung mengaku tidak tahu menahu. Tugas Kejagung hanya menyampaikan rilis pelaksanaan eksekusi trio bomber itu.
“Apa yang terjadi di lapangan, kita tidak tahu dan itu kapan kita tidak tahu. Saya pun tidak tahu kapan dilaksanakan. Yang penting, nanti jam berapa pun akan kami beritahukan rilisnya,” kata Kapuspenkum Kejagung M Jasman Panjaitan.
Hal ini disampaikan Jasman di Kejagung, Jalan Sultan Hasanuddin , Jakarta Selatan, Kamis (6/11).
Menurut dia, pemberitaan tentang eksekusi Amrozi cs akan dilansir oleh Puspen Kejagung dan pernyataan itu hanya akan disampaikan di Jakarta, tidak di daerah lain.
“Saya kira tidak ada yang tahu waktu eksekusi, kecuali para aparat di lapangan. Jadi kalau ada yang mengatakan hari A atau jam sekian, itu tidak ada karena yang tahu aparat pelaksana di lapangan,” ujarnya.
Kunjungi Rumah Imam Samudra, Kejari Serang: Kita Sampaikan Sesuatu yang Resmi
Sekitar 20 menit melakukan pembicaraan tertutup, rombongan yang terdiri dari unsur Kejaksaan Negeri Serang, Kejaksaan Tinggi Banten, dan Muspida, meninggalkan rumah keluarga Imam Samudra.
Sayangnya, tidak banyak hal yang bisa dikorek dari rombongan tersebut. Termasuk juga soal kepastian apakah Amrozi cs akan dieksekusi pada Jumat (7/11) dini hari.
“Kami sampaikan sesuatu yang resmi dari Kejaksaan pada keluarga (Imam Samudra),” kata Kejari Serang, Amri Sata, kepada wartawan di depan rumah Imam Samudra, Kampung Lopang Gede, Kelurahan Lopang, Kecamatan Serang, Banten, Kamis (6/11).
Usai memberikan pernyataan tersebut, Amri Sata, berlalu meninggalkan para wartawan. Dia tidak mau menjelaskan lebih detil lagi mengenai apa yang dimaksud dengan ’sesuatu yang resmi tersebut’. Demikian pula ketika ditanya apakah ’sesuatu yang resmi’ itu berasal dari Kejaksaan Agung atau Kejaksaan Tinggi Bali.
Amri hanya bersedia menjawab singkat saat ditanya mengenai sikap keluarga terpidana mati bom Bali I tersebut. “Sikap keluarga menyerahkan sepenuhnya kepada TPM (Tim Pengacara Muslim),” tukas Amri.
Sedangkan Asintel Kejati Banten, Firdaus Dewilmar, yang juga ikut dalam rombongan tersebut enggan memberikan komentar apapun. Meski diberondong pertanyaan wartawan, Firdaus tetap tutup mulut. Hanya saja, sesuatu yang resmi diduga adalah pemberitahuan resmi tentang pelaksanaan eksekusi mati Imam Samudra.
Sementara Ketua MUI Serang KH Syafei AN yang juga mengikuti pertemuan tertutup itu mengaku tidak melihat kejaksaan memberikan surat apa pun kepada keluarga Imam Samudra. “Tidak ada surat eksekusi. Tidak benar ada surat eksekusi dari kejaksaan,” ungkapnya.
TPM Masih Stand By Tunggu Kejagung
Tiga terpidana mati Amrozi Cs akan dieksekusi pada Jumat 7 November pukul 03.00 WIB. Namun, Tim Pengacara Muslim (TPM) dan keluarga trio bomber mengaku belum dapat pemberitahuan. Mereka masih stand by.
“Saya dengar dari rekan-rekan. Dari Kejaksaan belum ada baik untuk kami maupun keluarga. Mana yang kita percaya, kita masih stand by. Begitu dapat berita, langsung ke Cilacap,” kata kuasa hukum Ali Ghufron alias Muklas, Achmad Kholid, kepada detikcom, Kamis (6/11).
Kholid menjelaskan, pasal 6 ayat 1 UU PPNS tahun 1964 menyebutkan 3×24 jam sebelum saat pelaksanaan hukuman mati jaksa tinggi/jaksa tersebut memberitahukan kepada terpidana tentang akan dilaksanakannya pidana mati tersebut.
Sedangkan ayat 2 berbunyi, apabila terpidana hendak mengemukakan sesuatu, maka keterangan atau pesannya diterima jaksa tinggi/jaksa tersebut.
“Jadi Kejaksaan harus memberitahukan terpidana. Kita tidak tahu apakah Amrozi cs sudah diberitahu soal eksekusi atau belum karena kan dilarang menjenguk,” ujarnya.
Lebih lanjut, kata dia, pasal 8 UU 2 PNPS tahun 1964 juga menyebutkan pembela terpidana atas permintaannya sendiri atau terpidana dapat menghadiri pelaksanaan pidana mati.
“Bagaimana mau menghadiri kalau menjenguk pun tidak dikasih izin. Selama ini, Amrozi cs belum pernah membicarakan apakah akan didampingi kuasa hukum atau tidak saat eksekusi nanti,” kata Kholid.
Kholid mengaku TPM belum berencana akan ke Nusakambangan lagi.
“Kami tidak mau kejadian kemarin terulang lagi. Itu pekerjaan yang sia-sia. Jadi kita siap kapan pun jika ada pemberitahuan,” ujarnya.
Hal yang sama disampaikan kuasa hukum Amrozi cs, Ahmad Michdan yang mengaku belum mendapat informasi resmi dari Kejaksaan seputar eksekusi Amrozi cs.
“Yang jam 3 itu kan. Dari dulu begitu. Kita belum ada pemberitahuan resmi sampai sekarang,” ujar Michdan yang mengaku tengah bersiap-siap demo di Kejagung ini.
Pendukung Amrozi Diisukan Akan Balas Eksekusi dengan Bom Antraks
Menjelang eksekusi mati terpidana bom Bali I Amrozi cs, sejumlah isu terus berseliweran. Isu terakhir mengungkap kelompok teroris akan membalas eksekusi itu dengan bom yang berisi pengembangan penyakit binatang menular antara lain antraks.
“Target pengeboman kelompok ini adalah lembaga-lembaga yang mendapat bantuan dari Amerika dan negara asing lainnya,” kata sumber detikcom di intelijen, Kamis (6/11).
Untuk pengeboman tersebut, kelompok terorisme ini sudah melakukan rapat di Pulau Angean Madura. Dana kelompok ini diperoleh dari aksi perampokan bank dan toko emas akhir-akhir ini. “Pelaksanaannya dilakukan setelah eksekusi Amrozi,” kata sumber itu.
Kadiv humas Polri Irjen Abubakar Nataprawira mengaku belum mendengar isu bom antraks. “Saya belum mendengar hal ini, memang dapat dari mana informasi tersebut?” kata Abubakar.
Meski demikian, Abubakar menegaskan polisi akan menindaklanjuti setiap informasi yang diberikan oleh masyarakat terkait ancaman keamanan. “Jika informasi tersebut benar dan bukan sekedar isu belaka, tentu kita seriusi,” kata Abubakar.
Balas Dendam Amrozi cs, Pengamat Intelijen: Bom Antraks Berpotensi Terjadi
Intelijen Polri diminta serius menindaklanjuti isu ancaman bom antraks yang akan dilancarkan pendukung Amrozi cs. Menurut pengamat intelijen, ancaman bom antraks itu berpotensi terjadi.
“Potensi ini sangat besar untuk terjadi. Karena saat ini bangsa Indonesia sedang mengalami 3 situasi yang perlu ditangani dengan serius,” kata pengamat intelijen Mufti Makarim dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (6/11).
Mufti mengurai, situasi pertama, saat ini pemerintah sedang mengalami proses transisi demokrasi. Dalam proses ini pertarungan kepentingan antar beragam kelompok sangat terbuka. Baik dari kelompok konservatif status quo yang merindukan sistem seperti di masa lalu bertarung dengan kelompok pro demokrasi atau primordial yang membawa kepentingan agama dan kelompok.
Situasi kedua, yang masih perlu adanya pembenahan dalam sektor keamanan di mana faktor politik masih sangat dominan. Salah satu buktinya anggota polri dan TNI masih sering berseteru. Selain itu, kinerja peralatan untuk keamanan masih terlihat lemah.
Situasi ketiga, masyarakat sedang belajar berdemokrasi di mana membangun suatu kultur yang bisa menerima pluralitas politik dan pluralitas agama berjalan dengan sinergi.
“Dalam kondisi seperti inilah rawan sekali terjadi kekerasan dan ancaman teror,” kata Mufti.
Bom Antraks Gampang Dibuat, Polri Harus Waspadai November-Desember
Kemungkinan balas dendam pendukung Amrozi cs dengan bom Antraks harus disikapi serius. Bom Antraks bisa dengan gampang dibuat. Aparat dan warga harus selalu siaga selama November-Desember.
Pengamat intelijen Wawan Purwanto menjelaskan, Antraks memang mudah dibuat bahkan di dalam garasi rumah pun hal itu bisa dibuat. Proses pembuatan Antraks ini juga sangat mudah untuk dipelajari. Namun ia mengingatkan, Antraks bisa juga menjadi senjata makan tuan bagi pembuatnya jika tidak hati-hati.
“Antrax memang sangat mudah dipelajari dan dibuat di mana saja, namun jika tidak hati-hati bisa menjadi senjata makan tuan bagi pembuatnya,” terang Wawan.
Wawan mengimbau kepada seluruh masyarakat dan aparat penegak hukum untuk waspada selama November sampai dengan Desember dan tidak memberikan celah kepada kelompok yang ingin melakukan balas dendam ini.
Ditegaskan, selama aparat penegak hukum dan masyarakat waspada maka sulit balas dendam kelompok teroris terjadi. Masyarakat sendiri dinilai Wawan, sudah terbiasa dengan keadaan siaga 1,2 dan 3 atau lebih dikenal dengan istilah security minded. Masyarakat juga sudah mulai waspada terhadap hal-hal yang mencurigakan di lingkungannya.
“Jika ada kelompok yang ingin melakukan balas dendam tentunya harus menunggu lengahnya pihak aparat keamanan dan masyarakat,” kata Wawan. (Detikcom/k/m)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: