Rp 2,6 M Lebih Dana Perawatan Jalan dan Jembatan di Asahan Perlu Diaudit

Kisaran (SIB)
Lebih dari Rp2,6 miliar dana perawatan jalan dan jembatan di Kabupaten Asahan ditampung dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran (TA) 2008 ini. Tetapi bentuk pelaksanaan proyeknya cukup memprihatinkan dan penggunaan anggaran oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Asahan perlu diaudit.
Demikian dikatakan Koordinator Koalisi Anak Muda Peduli Ummat Sejahtera (Kampus) Asahan Yasir Ul Haque SH kepada SIB serta sejumlah wartawan, Sabtu (25/10) di Kisaran. Dikatakan masih banyak badan jalan di inti Kota Kisaran sebagai ibukota Kabupaten Asahan belum mendapatkan perawatan pada tahun berjalan.


“Saya melihat ini sebagai fenomena sangat ganjil. Dana perawatan begitu besar, namun jalan di inti kota saja belum mendapatkan perhatian khusus. Alokasi anggaran seperti ini perlu diaudit secara ekstra, masyarakat tidak tahu pasti bagaimana mekanisme pelaksanaan perawatan jalan dan jembatan di daerah ini. Bukan tidak mungkin terjadi dugaan KKN dalam pengelolaannya,” jelas Yasir Ul Haque.
Mantan Ketua Umum PC Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Asahan itu menegaskan, pergantian Kadis PU Asahan merupakan dugaan “pengambangan” bentuk pertangungjawaban penggunaan anggaran Rp2,6 miliar lebih dimaksud. “Apakah dana itu sekarang masih ada sisanya. Kalau habis kemana saja dialokasikan, buktinya jalanan di inti kota saja masih banyak kupak-kapik. Ini sangat tidak wajar,” jelas Yasir Ul Haque.
Ia meminta Bupati Asahan melalui Inspektorat Daerah untuk segera melakukan audit secara objektif. “Kalau Inspektorat tidak mampu, maka BPKP Sumatera Utara, BPK, kepolisian serta kejaksaan harus ‘mengintip’ sejauh mana efektivitas penggunaan anggaran tersebut. Jangan tunggu tahun depan, nanti bisa saja semakin tidak jelas penilikannya,” tegas Yasir.
Dikatakan lagi, mengingat besarnya jumlah anggaran perawatan jalan dan jembatan itu, Komisi Pemberantasan Korupsi perlu segera turun tangan. “Saya hanya sayang kepada pejabat di daerah ini. Lebih baik mencegah dari pada mengobati. Lagian motto KPK, kalau bersih kenapa risih perlu segera diterapkan, dan pejabat terkait di Asahan tidak perlu takut apalagi sampai gusar diri jika memang tidak bersalah,” imbau Yasir Ul Haque. (S24/q)
sumber berita: harian sib

Iklan

2 Tanggapan

  1. 2.6.miliyar dana perawatan jalan di asahan ..waw….aku dah agak dah …kalau tak kaya dulu tak bukan …..yang setengah mi;iyarnya boleh pak kita bagi dua ……..jangan makan sendiri pak bagi bagi orang miskin di sekeliling mu itu …orang tanjung balai asahan ni kan yang majoritinya susah….jangan bolot semua pak

  2. Bravo Kampus….
    Saya sangat setuju jika dilakukan Audit terhadap dana Perawatan Jalan sebesar Rp.2.6 M. Kami juga dari FORMASKEP-PJ (Forum Masyarakat Sei Kepayang Peduli Jalan) sangat mendukung, apalagi jalan di Sei Kepayang hancur-hancuran.
    Karena uang Rp. 2.6 M adalah uang rakyat, jadi harus topat sasarannya. Ini Negara NKRI bung… bukan Republik Mimpi…. jadi harus elok-elok..melaksanakan amanat yang diemban….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: