Gerindra Ajak PKS Berkoalisi

INILAH.COM, Jakarta – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kini ibarat perawan kembang desa. Hampir semua partai politik ingin mengajaknya berkoalisi. Kini, giliran Partai Gerindra melirik PKS. Demi memuluskan Prabowo Subianto jadi RI-1?

Koalisi Islamis-nasionalis yang digagas PKS, memang bisa memunculkan kejutan-kejutan tak terduga di jagad politik. Gagasan ini bisa pula memberikan peluang bagi dukungan PKS untuk Prabowo, mantan Pangkostrad yang jadi ikon Gerindra. Setelah munculnya sinyal kuat berlanjutnya duet SBY-JK, koalisi PKS dengan Prabowo-Gerindra, akan membuat percaturan politik dalam pilpres 2009 kian semarak.

Glenny Kauripan, Ketua Gerindra, menyatakan pada prinsipnya mereka berkonsentrasi memperoleh suara minimal 15% pada Pemilu 2009. Mereka pun membuka ruang dan peluang besar bagi koalisi dengan partai apapun, termasuk PKS. Syarat utamanya satu: ada kesamaan visi-misi dan platform untuk membangun ekonomi rakyat.

“Gerindra membuka diri untuk berkoalisi dengan partai-partai Islamis maupun nasionalis. Prabowo adalah kandidat presiden yang kita usung untuk memimpin ekonomi Indonesia ke depan agar bisa back to basic sesuai UUD 1945. Jika partai-partai Islamis maupun nasionalis mau berkoalisi, tentu kita sambut,” kata Glenny, purnawirawan jenderal berbintang dua dari korps baret merah.

Zulkieflimansyah, anggota FPKS DPR-RI, melihat PKS akan menjadi parpol yang diminati banyak pihak untuk diajak berkoalisi. “PKS adalah partai rasional. Jika tak mampu meraih 20% suara, PKS akan memilih berkoalisi dalam mencalonkan presiden mendatang,” katanya.

PKS, demikian Zul, bisa saja berkoalisi dengan partai nasionalis apapun, termasuk dengan PDI-P, PAN, Hanura atau Gerindra, sepanjang memiliki kesamaan visi-misi dan program. “PKS akan bergerak memperkuat bangunan ekonomi rakyat. Kita sedang menengok ke sana ke mari untuk mencari mitra koalisi yang pas dan tepat,” katanya.

Para aktivis prodemokrasi dan analis melihat kans Prabowo bisa menjadi pesaing kuat SBY. Syaratnya, ada dukungan PKS dan partai-partai lainnya dalam suatu koalisi besar untuk perubahan. Dan itu akan jadi kejutan politik. “Jika itu terjadi, bukan hanya Wiranto yang akan menjadi rival SBY, melainkan juga Prabowo,” kata Yudi Latif, Direktur Reform Institute.

Direktur Indo Barometer M Qodari melihat justru SBY akan kesulitan mencari cawapresnya. Popularitasnya bisa meredup. Dan, Golkar di bawah Jusuf Kalla masih memiliki opsi untuk mengambil sikap lain jika perolehan suaranya besar.

Maka, jelasnya betapa pentingnya posisi PKS dalam pesta demokrasi tahun depan. Apalagi, mereka akan mengakhiri aliansinya dengan SBY pada Pilpres 2009. Tifatul Sembiring, Presiden PKS, selalu mendorong capres baru dan muda muncul ke permukaan. “PKS juga menginginkan perubahan dan hanya mengawal SBY sampai 2009,” katanya.

PKS ingin menciptakan pemerintah kuat dan membangun bangsa. Dengan siapa PKS akan mewujudkan keinginannya? Dengan siapapun, PKS tampaknya berada di atas angin.

Keinginan Tifatul membangun koalisi Islamis-nasionalis, adalah sebuah isyarat. Pertanda bahwa sejatinya, kedua aliran tersebut, saling membutuhkan dan melengkapi dalam membangun Indonesia ke depan.

Maka, yang diperlukan adalah mutual trust dari kubu Islamis maupun nasionalis. Sehingga koalisi bisa terbentuk dengan tujuan utama membangun kembali Indonesia yang adil, kuat, sejahtera, dan beradab. Jangan sampai ada satu kubu yang menelikung dan menusuk dari belakang.

PKS jadi kembang politik saat ini. Dia ibarat perawan yang dilirik kanan-kiri. Jika tak hati-hati bersikap, sang perawan bisa saja berada di tengah kumpulan para penyamun. [I4]

Iklan

Satu Tanggapan

  1. Semoga, cita-citanya tercapai, memajukan bangsa dan negara tercinta. Iya, kalau anak perwan di sarang penyamun, bisa berbahaya, oleh karena itu jangan dekat-dekat dengan penyamun…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: