Pembentukan Propinsi Aslab Jadi Wacana di Labuhan batu

Labuhanbatu (SIB)
Pembentukan Propinsi Asahan Labuhanbatu (Aslab) jadi wacana di Labuhanbatu Bahkan Bupati Labuhanbatu HT Milwan terang-terangan mendukung realisasi pembentukan Propinsi Aslab. Dukungan dimaksud diucapkannya pada saat memberikan kata sambutan dalam acara berbuka puasa bersama dengan para jurnalis se- Kabupaten Labuhanbatu, Rabu malam (17/9), di pendopo di jalan WR Supratman Rantauprapat.
“Saya secara pribadi mendukung pembentukan propinsi itu, bila memang itu aspirasi masyarakat,” ungkap HT Milwan.
Karena, katanya, dari letak geografis, yakni; ketersediaan 3 kabupaten Labuhanbatu yang baru dimekarkan, Labuhanbatu (induk), Labuhanbatu Selatan dan Labuhanbatu Utara ditambah eksistensi Kabupaten Asahan dan Pemko Tanjungbalai serta Kabupaten Batubara yang baru mekar dari Kabupaten Asahan, cukup mendukung.
Selain itu, jumlah penduduk dari 6 daerah administrasi pemerintahan itu serta potensi sumber daya alam (SDA) yang ada membuat potensi realisasi wacana dimaksud perlu untuk didukung.
“Kan, dari segi geografisnya memungkinkan. Serta, jumlah penduduk dan potensi yang ada juga menjadi faktor penambah,” tukasnya.

Alasan dia, sesuai ketentuan dalam pembentukan daerah otonomi baru, khususnya dalam pembentukan daerah propinsi membutuhkan minimal ketersediaan 5 pemerintahan daerah.
“Sesuai ketentuan setidaknya mesti ada 5 daerah dalam pembentukan satu pemerintahan provinsi baru. Sementara, wacana Propinsi Aslab sudah tersedia 6 daerah administrasi,” ujarnya.
Ketika ditanya ambisinya mencalonkan diri menjadi gubernur di provinsi Aslab nantinya, dengan tegas HT Milwan mengungkapkan belum bersedia menjawab dan belum berminat berandai-andai, meski, kata dia, dirinya mendapatkan dukungan dari masyarakat luas. “Saya belum berminat untuk berandai-andai,” tandasnya.
TEPIS ISU
HT Milwan dalam kesempatan tersebut juga menepis isu yang berkembang di kalangan masyarakat tentang isterinya Ny Hj Adelina T Milwan yang disebut-sebut akan berencana mencalonkan diri menjadi bupati di Kabupaten Labuhanbatu maupun di salah satu daerah hasil pemekaran kabupaten itu.
“Tidak benar akan mencalonkan bupati. Saya sebagai suaminya, saya bilang tidak ada rencana itu,” ujarnya menjawab wartawan.
Meskipun sebelumnya disebutkan, isterinya sempat mengatakan berencana akan maju mencalon bupati, hanyalah intermezo saja.
“Kalau pun pernah dikatakannya, itu hanyalah intermezo,” tukas HT Milwan menjawab wartawan malam itu.
HT Milwan menyebutkan, dirinya pun tidak akan berencana lagi untuk mencalonkan diri jadi kepala daerah di tahun mendatang. “Saya pribadi tidak ada niat lagi untuk mencalonkan bupati. Saya menginginkan Labuhanbatu dalam dua tahun ke depan lebih fokus dalam pembangunan,” tukasnya.
Secara terpisah sebelumnya, Ny Adlina T Milwan sempat menceritakan niatnya untuk mencalonkan diri jadi kepala daerah mengingat banyaknya masyarakat yang menginginkannya agar mencalonkan bupati di salah satu daerah hasil pemekaran Labuhanbatu.
“Memang ada para ustazd dan masyarakat yang menginginkan saya untuk mencalonkan. Tetapi itu tergantung izin dari bapak,” ujarnya kepada wartawan belum lama ini.
Untuk memuluskan rencana itu, katanya, dia diharuskan suaminya untuk memenuhi syarat yang telah ditentukan. Seperti, sanggup sholat tahajjud 40 hari secara berturut-turut dan puasa sunat selama 40 hari secara berturut-turut juga. (s25/t)

Iklan

3 Tanggapan

  1. Tapsel Disarankan Bergabung

    Provinsi Aslab Diwacanakan

    Wacana Pembentukan Provinsi Asahan Labuhan Batu (Aslab) semakin hangat. Apalagi anggota DPR-RI Rambe Kamarruzzaman, sudah peduli, bahkan memberikan saran agar beberapa pemerintahan otonomi di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), ikut bergabung demi menguatkan terwujudnya wacana itu. Dihubungi Jumat (19/9), anggota Komisi VI DPR RI ini menambahkan, bukan hanya mendukung, dirinya bahkan memastikan akan terlibat langsung dalam upaya mewujudkan tujuan pembentukan Provinsi Aslab itu nantinya.

    “Ya, saya sebagai putra daerah asli
    Labuhan Batu, tentu sangat mendukung bahkan akan terlibat langsung jika penggabungan daerah otonomi Tapsel bisa dilakukan terlebih dahulu,” tambahnya.

    Rambe mengingatkan, alasan dalam pembentukan sebuah provinsi harus jelas. Termasuk apakah nantinya akan benar-benar mampu mengejewantahkan konteks-konteks pemakmuran rakyat dan pembangunan daerah secara menyeluruh.

    Juga harus ada standar pembangunan terlebih dahulu. Baik tentang indeks pembangunan manusia (IPM) dan pembangunan-pembangunan lainnya.

    “Pembentukannya didasari apa? Apakah dengan Provinsi Aslab pembangunan dapat terukur, dapat memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar, dan pembangunan di berbagai sektor lainnya? Ini harus jelas dulu,” urainya.

    Begitu hal ini telah terukur, dan kemungkinan dapat tercapai, maka Rambe memastikan pembentukan Provinsi Aslab tak perlu dihalang-halangi. “Kalau ini sudah terukur, ya tak ada alasan untuk tidak mendukungnya sepenuhnya,” kata Rambe.

    Tapi Rambe memastikan, optimisnya pembentukan Provinsi Aslab itu tetap harus mengajak daerah otonomi di Tapsel untuk ikut bergabung. Sehingga, provinsi baru itu nantinya tidak hanya gabungan dari empat kabupaten/kota yang ada di Labuhan Batu, berikut Asahan serta Batubara dan Tanjungbalai.

    “Beberapa pemerintahan otonom di daerah Tapsel, harus dilibatkan untuk lebih idealnya upaya pembentukan sebuah provinsi itu nantinya,” tambah Rambe.

    Rambe sangat yakin, jika nantinya kejelasan wacana pembentukan Provinsi Aslab itu sudah tergabung di dalamnya beberapa daerah otonom di Tapsel, maka upaya lobi yang akan dilakukannya di tingkat pusat akan semakin mudah memuluskan terbentuknya provinsi baru itu.

    Sebelumnya, pada kesempatan buka puasa bersama dengan para wartawan yang bertugas unit Pemkab Labuhan Batu, Bupati HT Milwan sempat mengungkapkan dirinya sangat mendukung pembentukan Provinsi Aslab.

    Namun saat itu, Milwan menguraikan pembentukan provinsi baru itu, hanya gabungan dari empat kabupaten/kota di Labuhan Batu, Kabupaten Asahan, Batubara, dan Tanjungbalai.

  2. Tapsel Disarankan Bergabung

    Provinsi Aslab Diwacanakan

    Wacana Pembentukan Provinsi Asahan Labuhan Batu (Aslab) semakin hangat. Apalagi anggota DPR-RI Rambe Kamarruzzaman, sudah peduli, bahkan memberikan saran agar beberapa pemerintahan otonomi di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), ikut bergabung demi menguatkan terwujudnya wacana itu. Dihubungi Jumat (19/9), anggota Komisi VI DPR RI ini menambahkan, bukan hanya mendukung, dirinya bahkan memastikan akan terlibat langsung dalam upaya mewujudkan tujuan pembentukan Provinsi Aslab itu nantinya.

    “Ya, saya sebagai putra daerah asli
    Labuhan Batu, tentu sangat mendukung bahkan akan terlibat langsung jika penggabungan daerah otonomi Tapsel bisa dilakukan terlebih dahulu,” tambahnya.

    Rambe mengingatkan, alasan dalam pembentukan sebuah provinsi harus jelas. Termasuk apakah nantinya akan benar-benar mampu mengejewantahkan konteks-konteks pemakmuran rakyat dan pembangunan daerah secara menyeluruh.

    Juga harus ada standar pembangunan terlebih dahulu. Baik tentang indeks pembangunan manusia (IPM) dan pembangunan-pembangunan lainnya.

    “Pembentukannya didasari apa? Apakah dengan Provinsi Aslab pembangunan dapat terukur, dapat memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar, dan pembangunan di berbagai sektor lainnya? Ini harus jelas dulu,” urainya.

    Begitu hal ini telah terukur, dan kemungkinan dapat tercapai, maka Rambe memastikan pembentukan Provinsi Aslab tak perlu dihalang-halangi. “Kalau ini sudah terukur, ya tak ada alasan untuk tidak mendukungnya sepenuhnya,” kata Rambe.

    Tapi Rambe memastikan, optimisnya pembentukan Provinsi Aslab itu tetap harus mengajak daerah otonomi di Tapsel untuk ikut bergabung. Sehingga, provinsi baru itu nantinya tidak hanya gabungan dari empat kabupaten/kota yang ada di Labuhan Batu, berikut Asahan serta Batubara dan Tanjungbalai.

    “Beberapa pemerintahan otonom di daerah Tapsel, harus dilibatkan untuk lebih idealnya upaya pembentukan sebuah provinsi itu nantinya,” tambah Rambe.

    Rambe sangat yakin, jika nantinya kejelasan wacana pembentukan Provinsi Aslab itu sudah tergabung di dalamnya beberapa daerah otonom di Tapsel, maka upaya lobi yang akan dilakukannya di tingkat pusat akan semakin mudah memuluskan terbentuknya provinsi baru itu.

    Sebelumnya, pada kesempatan buka puasa bersama dengan para wartawan yang bertugas unit Pemkab Labuhan Batu, Bupati HT Milwan sempat mengungkapkan dirinya sangat mendukung pembentukan Provinsi Aslab.

    Namun saat itu, Milwan menguraikan pembentukan provinsi baru itu, hanya gabungan dari empat kabupaten/kota di Labuhan Batu, Kabupaten Asahan, Batubara, dan Tanjungbalai.

    sumber :
    http://metrosiantar.com/METRO_TAPANULI/Tapsel_Disarankan_Bergabung_

  3. kabupaten asahan data IPMnya di BPS SUMUT ga lengkap. di kabupaten asahan sendiri juga ga lengkap. gimana sich??????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: