Pemerintah RI Sampaikan Penyesalan Mendalam

Nusa Dua, (Analisa)

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan penyesalan yang amat dalam atas pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang terjadi di Timor Timur sebelum dan pasca-jajak pendapat 1999.

“Kami menyampaikan penyesalan yang amat dalam atas apa yang terjadi di masa lalu yang menimbulkan korban jiwa dan harta benda,” kata Presiden usai menerima secara resmi laporan akhir Komisi Kebenaran dan Persahabatan (KKP) di Hotel Grand Hyatt Nusa Dua, Bali, Selasa siang.

Sebelumnya Ketua KKP Indonesia Benyamin Mangkoedilaga menyerahkan berkas laporan akhir KKP kepada Presiden Yudhoyono, Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta, dan PM Xanana Gusmao.

Dalam kesempatan itu Presiden Yudhoyono juga mengatakan pemerintah Indonesia akan segera mempelajari dan menindaklanjuti rekomendasi yang diberikan oleh KKP dan akan mengambil inisiatif yang perlu untuk memajukan persahabatan masyarakat kedua negara.

lanjutannya

Menurutnya, tugas KKP bukan saja menjalankan mandat kedua negara namun juga meningkatkan hubungan antar kedua negara yang harus dipelihara dan diperkokoh.

“Saya yakin dengan laporan ini hubungan kedua negara akan menjadi suatu persahabatan yang kekal,” ujarnya.

Presiden menambahkan bahwa tugas KKP dilakukan tanpa rekomendasi proses penuntutan terhadap yang bertanggung jawab secara institusi ataupun kelompok.

Rekomendasi KKP menurutnya juga diharapkan bisa merehabilitasi para korban secara kolektif.

Sementara itu, Horta mengatakan pemerintah Timor Leste akan segera menganalisa laporan itu dan akan bersedia melakukan diskusi serta setuju untuk menerapkan rekomendasi KKP tersebut.

“Kita setuju untuk menerapkan rekomendasi laporan ini jika itu sesuatu yang mungkin,” katanya.

Horta juga mengatakan, laporan itu diharapkan bisa meningkatkan semangat saling memaafkan guna meningkatkan hubungan baik kedua negara.

Sebelumnya, Ketua KKP Timor Leste Dionisio Babo Soares mengatakan tujuan prinsip KKP bukanlah suatu proses yudisial atau kuasi yudisial sehingga temuan dan kesimpulan KKP bukanlah keputusan hukum siapa yang bersalah atau tidak bersalah.

Pencarian tanggung jawab perorangan, lanjut dia, bukan merupakan mandat KKP karena mandat KKP adalah mencari pertanggungjawaban kelembagaan dengan demikian temuan dan kesimpulan terjadinya pelanggaran HAM berat dan latar belakang serta konsep terjadinya pelanggaran HAM berat itu tidak ditujukan untuk suatu proses hukum.

“Temuan, kesimpulan, dan rekomendasi dalam laporan akhir iniditujukan untuk penyembuhan luka lama, memajukan rekonsiliasi dan mempererat hubungan, memperkokoh persahabatan dan menjamin hal itu tidak terulang lagi,” katanya.

Pernyataan Bersama

Usai menyampaikan sambutannya, Presiden Yudhoyono, Horta dan PM Xanana menandatangani pernyataan bersama pemerintah RI dan Republik Demokratik Timor Leste yang terdiri dari 14 poin yang antara lain berisi bahwa kedua pemerintahan menyatakan penyesalan yang mendalam seluruh pihak dan korban akibat pelanggaran HAM serius yang terjadi menjelang dan setelah jajak pendapat.

Kedua pemerintahan juga menyatakan komitmen untuk sungguh-sungguh melaksanakan rekomendasi komisi dan inisiatif lain bagi kemajuan persahabatan dan rekonsiliasi di antara warga kedua negara.

Rekomendasi-rekomendasi tersebut akan diintegrasikan dalam suatu rencana aksi yang akan diagendakan oleh komisi bersama tingkat menteri untuk kerjasama dwipihak. (Ant)

Teks Foto:
PENANDATANGANAN HASIL KKP: Presiden Timor Leste Jose Ramos-Horta menandatangani hasil KKP disaksikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan PM Timor Leste Xanana Gusmao saat acara penyerahan laporan akhir Komisi Kebenaran dan Persahabatan (KKP) di Nusa Dua, Bali, Selasa (15/7).

sumber berita

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: