SKPD Pemprovsu Siapkan Rancangan Program ‘Rakyat Tidak Lapar’

Medan, (Analisa)

Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) dikoordinir Badan Ketahanan Pangan tengah menyiapkan rancangan program ‘Rakyat Tidak Lapar’ sebagai langkah mewujudkan salah satu visi misi Gubsu H Syamsul Arifin SE dan Wagubsu Gatot Pujo Nugroho ST.

“Mewujudkan rakyat tidak lapar, tentu bukan dengan bagi-bagi sembako, melainkan bagai mana membantu masyarakat bisa mandiri sehingga terbebas dari kelaparan,” ujar Kepala Badan Informasi dan Komunikasi (Infokom) Provsu Drs H Eddy Syofian MAP melalui Government Information Servi ce (GIS) di Medan, Senin (14/7).

Untuk merumuskan dan memantapkan kebijakan itu, SKPD terkait sudah melakukan rapat koordinasi bersama Dewan Ketahanan Pangan (DKP) Provsu beberapa waktu lalu.

Rapat itu untuk mengidentifikasi berbagai persoalan, sekaligus mendapat masukan dalam rangka perumusan kebijakan ‘Rakyat Tidak Lapar’ tersebut, ujarnya.

“Rapat itu juga untuk menyepakati rencana peningka tan produksi komoditas pangan pokok dan strategis melalui swasembada seperti padi, jagung, kedele, gula pasir dan daging sapi,” kata Eddy Syofian.

Sepakati

Seluruh SKPD yang menjadi anggota DKP Provsu telah menyepakati konsep kebijakan program mewujudkan ‘Rakyat Tidak Lapar’ untuk ditindaklan juti menjadi kegiatan nyata pada anggaran tahun 2009.

Nantinya, SKPD menyampaikan rencana kebijakan dan program masing-masing baik jangka pendek, menengah dan jangka panjang dengan asumsi dana dan draft program untuk mendukung kebijakan itu, katanya.

“Setelah semua SKPD menyampaikan draft, konsep tersebut selanjutnya disempurna kan menjadi konsep yang komprehensif oleh tim teknis DKP yang terdiri dari unsur birokrat, perguruan tinggi/pakar/cendekiawan.

“Konsep yang komprehensif ini rencananya bisa dituntaskan sebelum September 2008,” kata Eddy.

Lebih jauh, Eddy mengung kapkan, beberapa gambaran program untuk mewujudkan ‘Rakyat Tidak Lapar’ untuk jangka pendek antara lain meningkatkan volume pembe rian beras miskin, peningkatan keterampilan masyarakat miskin, peningkatan lapangan kerja, pemberian permodalan, stabili tas harga pangan di tingkat produsen, operasi pasar bahan pangan tertentu, pengembangan cadangan pangan pemerintah daerah dan masyarakat, penyusunan peta kerawanan pangan, pengembangan desa mandiri dan pengembangan Posyandu/Puskesmas.

Sedangkan program jangka panjang, antara lain memantap kan swasembada/ketersediaan pangan yang berbasis sumber daya yang dimiliki, memantap kan distribusi pangan dan akses pangan, memantapkan konsumsi dan keamanan pangan, pelaksanaan trasmigrasi lokal, optimalisasi peran dan fungsi dewan ketahanan pangan Provsu, katanya. (ir)
sumber berita

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: