Pilkada Jawa Tengah Modal Mega

logo pdi pINILAH.COM, Semarang – Kemenangan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dalam Pemilihan
Gubernur di Jawa Tengah menjadi modal penting bagi Ketua Umum PDIP Megawati Sopekarnoputri untuk maju dalam Pemilihan Presiden 2009.
Ketua DPD PDIP Jawa Tengah, Murdoko, di Semarang, Selasa (24/6), mengatakan, kemenangan pilgub tersebut juga semakin memantapkan PDIP dalam menghadapi Pemilu Legislatif 2009, sebab selama ini Jawa Tengah memang jadi barometer perolehan suara PDIP di tingkat nasional.
Pilgub Jawa Tengah pada 22 Juni 2008 dimenangi pasangan Bibit Waluyo-Rustriningsih yang dijagokan PDIP. Hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei menyebutkan pasangan ini meraih dukungan sekitar 40%, jauh meninggalkan rival terdekatnya dari Partai Golkar, Bambang Sadono-Muhammad Adnan, yang meraih 22%.
Murdoko menegaskan, PDIP Jawa Tengah yang menempatkan 31 wakilnya di DPRD Jawa Tengah sepenuhnya mengawal kebijakan Bibit-Rustri yang menjalankan pemerintahan hingga tahun 2013. “Apa yang diperjuangkan melalui visi, misi, dan program akan kami kawal. Pak Bibit dan Bu Rustri berjuang di eksekutif dan kami yang berada di legislatif akan mengawal kebijakannya,” katanya.
Bentuk pengawalan kebijakan itu, antara lain bisa berupa memadainya alokasi anggaran untuk kepentingan rakyat kecil dan pedesaan. Apalagi dalam kampanye Bibit-Rustri sudah menegaskan jargon terkenalnya: Bali ndesa, mbangun desa atau kembali ke desa, membangun desa.
Kalau kebijakannya mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat, tentu saja PDIP sebagai pengusung Pak Bibit-Bu Rustri akan mendapatkan pengaruh baiknya,” kata Murdoko yang juga Ketua DPRD Jawa Tengah itu.
Ia mengungkapkan, berdasarkan penghitungan internal PDIP, duet Bibit-Rustri unggul di 29 kabupaten/kota dari 35 daerah yang ada di Jawa Tengah. Akan tetapi, ia menegaskan kekalahan di enam daerah tersebut tidak akan sampai menyebabkan pengurus PDIP setempat dikenai sanksi. [*/P1]

sumber berita

7 Tanggapan

  1. Moga2 PDIP ingat akan janjinya, pembela “wong cilik”

  2. Janji janji harus dengan analisa kuantitatif, bosan kita mendengar janji kualitatif. Misalnya gaji pegawai sekian persen terhadap total harga sembako, harga padi sekian persen terhadap harga minyak, jumlah sekolah sekian/jumlah anak setiap daerah, jumlah jalan per kelas 1,2,3 dst, yang mulus dst, pajak sekian%, lingkungan..tidak ada lagi penebangan, penanaman hutan, bakau sekian kilometer dari pantai ke darat..dll dll..he3x, susah ya.

  3. Kita lihat aja nanti

  4. PDIP dengan mantap mampu mengukuhkan jawa tengah sebagai basis suaranya sesuatu yang tidak dapat dilakukan partai lain di provinsi sebelahnya..

  5. Kita lihat 5 tahun ke depan !
    Apa yang Bibit dan Rustri bisa buat ………………..
    Waktu yang akan membuktikan kehandalam ke dua pemimpin Jawa Tengah yang baru itu. Kalau mereka berhasil, tidak mustahil akan kembali dipilih rakyat untuk periode ke dua. Ingat “Vox populi vox Dei” Kita lihat saja ………….

    Salam,

    Ardy

  6. hmmmm saya calon golput kaya nya …😀

  7. Yth pak murdoko (KETUA DPRD PROV JATENG)
    Kampanye anda di harian Suara merdeka bulan maret ini (yg tgl dan harinya saya lupa) menyebutkan Kantor Dipenda dan Pelayanan samsat di Jateng telah mendapat penghargaan Iso 9001:2000 dst dst , seolah2 anda ikut andil menciptakan keberhasilan tersebut itu apa betul?
    Keberhasilan itu adalah bermula dari ide dan komitmen dari Ka.dipenda (Alm. bp. Kusdijanto bw) yg didukung oleh seluruh karyawan Dipenda serta Kepolisian (polda Jateng), PT Jasa Raharja dan mendapat restu dari gubernur, bahkan dana mewujudkan iso tersebut 100% mendapat bantuan dana dari Menpan.
    Jadi tdk ada ceritanya DPRD yg dipimpin oleh anda ikut mendorong keberhasilan tsb, itu bagian dari komitmen yg mana broer??
    Karena kalau Dipenda dlm kegiatan ini harus melibatkan atau minta restu dewan (DPRD) berapa rupiah lagi yang harus dikeluarkan untuk meperlancar kegiatan tersebut?
    Karena di intitusi anda kalau setiap ada kegiatan apapun harus ada Uang pelicin atau tambahan
    contohnya SKPD kalau mau pembahasan raperda melibatkan institusi DPRD, harus menyiapkan SEJUMLAH UANG pelicin tersendiri, baik dimulai dari sebelum dan sewaktu pembahasan sampai raperda tersebut Jadi.
    Kalau tidak ada pelicin jangan harap bakalan Jadi, padahal perda itu demi kepentingan rakyat juga.
    INGAT Sewaktu Dipenda mendapat penghargaan iso maupun piala citra pelayanan prima samsat, tdk ada keterlibatan orang2 dewan,
    Jadi tolong kalau kampanye mbok sing jujur, aja ngapusi, wong keberhasilan milik orang yang sudah meningggal kok dicuri / disrobot, kemudian digembor2kan seakan-akan miliknya (murdoko).
    Pemimpin kok ngapusi!!! apa kader PDIP modele koyokngono yo???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: