Kumandang Azan Iringi Keberangkatan Syamsul Arifin

Usai apel terakhir di halaman kantor Bupati Langkat di Stabat, Syamsul Arifin menuju rumah dinas dengan menumpang beca dayung, diiring ribuan warga dan PNS, sekitar pukul. 07.45, Senin (16/6).(STABAT) – Gema azan berkumandang mengiringi keberangkatan H. Syamsul Arifin yang duduk dalam beca dayung menuju rumah dinas bupati di Stabat, seusai apel pagi jajaran PNS di lingkungan kantor Pemkab Langkat, sekitar pukul 07:45, Senin (16/6).

Pada apel yang berlangsung dalam suasana haru itu, Syamsul selaku Inspektur Upacara sebagai Bupati Langkat yang terakhir kalinya menyampaikan ucapan selamat tinggal, sekaligus menitipkan Bumi Langkat Berseri kepada Wakil Bupati dan para PNS.

syamsul arifin“Kita hanya berpisah secara pemerintahan, namun jiwa dan hati kita tetap bersatu,” ungkap Syamsul dengan wajah merona menahan tangis.

Meski nanti sudah di Medan, Syamsul berjanji tetap akan memperhatikan Langkat dan dia minta kepada seluruh PNS tetap berupaya meningkatkan kinerja dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Tanpa mengabaikan kepentingan daerah lain, dia berharap Langkat sebagai kampung halamannya, dapat maju bersama-sama. Kalau sampai Langkat tertinggal dengan daerah lain, merupakan aib bagi dirinya.

Sebelumnya, Syamsul bersama keluarga dan kerabat dekat melaksanakan shalat subuh berjamaah dan ditepungtawari secara adat resam Melayu. Syamsul Arifin bersimpuh di kaki emak mohon doa restu sambil berlinang air mata.

Bunda Hj. Fadlah juga melafazkan doa buat keselamatan putra sulungnya yang bertuah itu karena beberapa saat lagi Syamsul berangkat menuju BK 1 untuk dilantik Menteri Dalam Negeri H Mardiyanto sebagai Gubernur Sumatera Utara priode 2008-2013.

Dilepas dengan suara azan, perlahan-lahan dengan langkah pasti Syamsul meninggalkan rumah emak dan selanjutnya berziarah ke pusara almarhum ayahandanya H. Hasan Basri atau yang dulu dikenal akrab dengan panggilan ‘Hasan Perak’ di kawasan Kecamatan Gebang.

Di depan pusara ayahanda, Syamsul Arifin kembali bersimpuh dan menundukkan kepala. Tak ada kata-kata yang terucapkan, hanya air mata berlinang membasahi pipi.

sumber berita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: