Ahmadiyah Sakiti Hati Umat Islam

(MEDAN) – Keberadaan Ahmadiyah telah menyakiti hati umat Islam, karena mereka telah mengacak-acak Al Quran, kitab suci umat Islam, kata cendikiawan muslim dan ulama Dr H Ramli Abdul Wahid MA.

“Bukti pembajakan dan pengacak-acakan Al Quran terlihat pada Kitab Tazkirah Karangan Gulam Ahmad halaman 736 dan halaman 740 serta halaman 695,” kata Ramli pada pengajian yang dihadiri 400 jamaah Masjid Ikhwaniah Jalan Tuamang Medan, Kamis (12/6). Pengajian itu dihadiri kalangan ibu-ibu dan kader PAN Muhammad Alfikri, S.Sos., MSi.

Menurut Ramli, akibat berbagai penodaan agama Islam yang dilakukan Ahmadiyah, membuat 60 negara yang mayoritas penduduknya muslim telah melarang keberadaan Ahmadiyah. Namun, disayangkan Indonesia yang penduduknya juga mayoritas Islam, pemerintahnya tidak melarang.

Guru Besar IAIN Sumatera Utara ini menuding pihak Inggeris berada di belakang Ahmadiyah di tanah air.

Inggris mendukung Ahmadiah, karena fatwa Mirza Gulam Ahmad pendiri Ahmadiyah asal India mengeluarkan fatwa tidak boleh melawan Inggeris.

Fatwa yang dikeluarkan Mirza Gulam Ahmad masa hidupnya tahun 1835-1906 juga menyebutkan, wajib atas setiap muslim dan muslimah berterima kasih kepada Inggris dan haram atas mukmin melawannya dengan niat jihat.

Sedang Muhammad Alfikri menyatakan, setelah dikeluarkannya SKB diteken Menteri Agama, menteri Dalam Negeri dan Jaksa Agung, maka dalam implementasinya seluruh kegiatan Ahmadiah perlu diawasi oleh pemerintah sampai ke daerah. Jika masih ada penyimpangan, maka Menteri Agama, Jaksa Agung, dan Menteri Dalam Negeri memberi pertimbangan kepada Presiden untuk membubarkan JAI.

lanjutannya

Presiden Punya Kewenangan
Sementara itu, Pimpinan Pusat Jemaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) Wilayah Medan Maulana Ibnu Muhyiddin Siregar menegaskan, presiden sebagai kepala negara punya kewenangan terutama dalam menjaga stabilitas keamanan.

“Jadi bukan masalah berani atau tidaknya, apalagi sebagai pemimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memiliki sikap pengayom masyarakat seperti orangtua yang menuntun anaknya,” kata Maulana didampingi asisten Humas Chairul Akhmad kepada Waspada, Sabtu (14/6), menanggapi pernyataan mantan Mensesneg di pemerintahan SBY Prof.Dr.H.Yusril Ihza Mahendra yang menyatakan pembubaran Ahmadiyah di Indonesia tergantung keberanian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Menurut Maulana, keluarnya SKB oleh pemerintah tentang Ahmadiyah merupakan keputusan yang sangat bijaksana yang tentunya sudah disetujui oleh presiden.

Dia menjelaskan, semua pihak, termasuk tokoh masyarakat, tokoh agama, politikus tidak punya kapasitas untuk mengomentari hal itu, apalagi setelah keluarnya SKB. “Isi SKB sudah dipikirkan secara matang oleh para petinggi negara kita.”

Katanya, seharusnya PB JAI yang berhak mengomentari masalah Ahmadiyah yang hingga kini belum membuat pernyataan.

Yusril Ihza Mahendra jika mau menjadi pemimpin sebaiknya mengambil simpati masyarakat bukan harus memilah-milah dalam upaya merekrut berbagai komunitas yang lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya.

“Saya merasa kecewa berat dengan statemen Yusril sebagai pakar hukum yang cukup dikagumi karena dinilai telah merendahkan SKB yang disetujui oleh presiden,” ujarnya.

Menanggapi penurunan plank JAI di Masjid Mubarak Jalan Pasar III Kec. Medan Timur pada Jumat (13/6) oleh JAI sendiri, Maulana menegaskan itu satu bukti JAI yang selama ini menjadi objek dari SKB tidak memperlihatkan arogansinya.

Bahkan menunjukkan kepatuhannya pada aparat demi untuk menjaga stabilitas keamanan.

Harus Tegas
Sementara itu, Baitul Muslim (Bamusi) Kota Medan meminta pemerintah tegas terhadap aliran Ahmadiyah, dengan cara membubarkannya. “Surat keputusan bersama hanya melarang Ahmadiyah melakukan kegiatan dan syiar kepercayaan, sehingga suatu hari nanti bisa saja mereka kembali melakukan kegiatan,” kata Ketua Bamusi Kota Medan Ustadz Drs Usman Batubara di Medan, Jumat (13/6).

Dia menyebutkan, semestinya SKB berisi pembubaran aliran Ahmadiyah, bukan hanya melarang kegiatannya.

Persoalan dasar, aliran Ahmadiyah yang mengaku Islam telah melakukan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW dengan mempercayai Mirza Gulam Ahmad sebagai nabi terakhir.
[wns]
sumber berita

Satu Tanggapan

  1. artikel anda bagus dan menarik, artikel anda:
    agama terhangat
    “Artikel anda di infogue”

    anda bisa promosikan artikel anda di http://www.infogue.com yang akan berguna untuk semua pembaca. Telah tersedia plugin/ widget vote & kirim berita yang ter-integrasi dengan sekali instalasi mudah bagi pengguna. Salam!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: