UMK ( upah minimum Kabupaten) Asahan Rp 850.000

Kisaran, (Analisa)

Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Asahan telah mensosialisasikan kepada setiap perusahaan di daerah tentang Upah Minimum Kabupaten (UMK) sebesar Rp850.000.

“Kita telah mensosialisasikan hal itu dan diharapkan kepada seluruh perusahaan untuk mematuhi itu,” kata Kadisnaker Asahan H. Erwis Edi Fauza Lubis, SH, M.AP yang ditemui Analisa, Rabu (14/5) di kamar kerjanya.

Ditekankannya, kebijakan itu merupakan amanat dari UU No 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan serta sejumlah peraturan terkait lainnya, seperti Surat Keputusan Gubernur Sumatera Utara serta ditindaklanjuti dengan rapat Tri Partit yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten Asahan beberapa waktu lalu.

Dari sekitar 300 perusahaan yang terdaftar di Disnaker Asahan, hanya perusahaan yang bergerak di bidang usaha perdagangan saja yang secara keseluruhan belum menerapkan UMK. Seperti, pertokoan, klinik, apotik serta usaha sejenis lainnya, terutama yang masih masuk dalam klasifikasi menengah ke bawah.

“Namun penerapan UMK harus dilakukan secara menyeluruh dan kini masih disosialisasikan secara berkesinambungan,” kata Erwis sembari mengatakan, semua itu merupakan hak-hak tenaga kerja, terutama sebagai pengganti jasa mereka dapat tetap diberikan serta terlindungi dengan baik.

Diakuinya, pengawasan kebijakan itu pihaknya masih mengalami kesulitan, karena keterbatasan personil.

”Saat ini, kami sangat membutuhkan tenaga dalam mengawasi kebijakan itu,” ungkap Erwis yang tidak menampik ada perusahaan yang tidak mengacu kepada aturan itu.

Namun ditegaskannya, jika didapati ada perusahaan yang membandal dan tidak menyalurkan hak normatif itu, maka pihaknya akan memberikan teguran. “Tidak tertutup kemungkinan, sanksi lain dijatuhkan jika berulang kali teguran serupa tidak diindahkan,” tandasnya. (aln)

sumber berita

Satu Tanggapan

  1. Saya merasa dinas tenaga kerja kebupten asahan tidak tegas dalam men-sosialisasikan ketetapan UMK dan memberikan sanksi kepada setiap perusahaan atas instansi swasta lainnya yang tidak memenuhi UMK yang telah di tetapkan.
    Misalnya kami,tenaga kesehatan yang bekerja di rumah sakit swasta terbesar di Asahan,kesejahteraan kami tidak pernah di perhatikan oleh pihak management rumah sakit tempat kami bekerja.gaji yang kamiperoleh tiap bulannya jauh di bawah UMK.Tiap bulan kami hanya mendapatkan Rp.450.000 dan bagi kami pendapatan seperti ini sangatlah minim.kami tidak pernah tahu adanya pengawasan dari pihak yang berwewebang untuk mengatur UMK ini.Saya harap ada pihak yang peduli akan nasib kami.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: