Harga BBM Naik 30 Persen

Pemerintah Siapkan Dana Kompensasi Rp 35 Triliun Bagi Masyarakat Miskin
Harga BBM Naik 30 Persen

JAKARTA, (PR).-
Wakil Presiden Jusuf Kalla mengisyaratkan, pemerintah akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) sekitar 30 persen untuk menyelamatkan APBN 2008 akibat melonjaknya harga minyak dunia yang menembus 120 dolar AS per barel. Menurut dia, kenaikan harga BBM itu akan diimbangi dengan penyaluran bantuan tunai langsung (BLT) plus.

“Pemerintahan SBY-JK (Susilo Bambang Yudhoyono – Jusuf Kalla) telah dua kali menaikkan harga BBM, yaitu 30 persen pada Maret 2005 dan 120 persen pada 1 Oktober 2005,” kata Jusuf Kalla, saat berbicara di depan peserta Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2008 di Hotel Bidakara, Jln. Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (6/5).

Meneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta mengatakan, dana kompensasi kenaikan harga BBM mencapai Rp 35 triliun dan akan dialokasikan untuk program pengentasan kemiskinan, di antaranya BLT plus bagi masyarakat miskin.

“Kita sekarang sedang kaji kenaikan BBM sebesar 20 persen, 25 persen, dan 30 persen. Kalau kenaikannya 30 persen, kita akan dapat dana dari penurunan subsidi BBM sebesar Rp 35 triliun,” ujarnya.

Paskah menambahkan, pemerintah tetap akan menggunakan basis data kemiskinan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk kenaikan harga BBM pada 2005, yaitu 19,1 juta rumah tangga miskin (RTM).

“Kalau kenaikannya 30 persen, maka akan digunakan basis BLT 2005 dengan besaran yang sama,” katanya. Itu berarti, setiap RTM akan menerima sekitar Rp 100.000,00/ bulan selama setahun. Selain itu, pemerintah akan memberikan tambahan bantuan kepada masyarakat berupa bahan makanan, di luar skema raskin.

Menurut Paskah, dalam dua pekan ini, pemerintah berupaya menyiapkan kebijakan BLT plus tersebut, sehingga penyalurannya bisa berbarengan dengan kenaikan BBM yang diharapkan paling lambat awal Juni 2008.

Agar BLT plus tepat sasaran, Paskah mengatakan, pihaknya terus mengkaji data-data penerima BLT, karena dengan adanya penurunan persentase penduduk miskin setelah BLT 2005 dari 17,75 persen menjadi 16,75 persen, kemungkinan ada penurunan penerima BLT plus.

“Untuk mencegah salah sasaran BLT, pola penyalurannya tetap melalui kantor pos. Mekanisme penyaluran BLT sama seperti tahun 2005, tidak berubah mekanismenya. Mungkin berubah jumlahnya. Tapi kita tetap pakai patokan 19,1 juta,” ujarnya.

Harus naik

Wapres menegaskan, kenaikan harga BBM merupakan langkah yang mau tidak mau harus dilakukan pemerintah, menyusul melonjaknya harga minyak dunia hingga menembus angka 100 dolar AS per barel.

“Dengan kenaikan itu, sebenarnya ada yang harus membayar banyak (masyarakat pengguna) dan ada pula yang menerima banyak (Pertamina) sehingga perlu ada kompensasi yang harus diberikan pemerintah kepada masyarakat berupa BLT,” katanya.

Dijelaskannya, kenaikan harga minyak dunia saat ini mau tidak mau membuat Indonesia kewalahan, mengingat produksi minyak mentah dalam negeri semakin berkurang. “Saat ini, kita mengalami kesenjangan antara produksi dengan konsumsi sebesar 300 ribu barel per hari. Ini mengakibatkan subsidi yang harus dikeluarkan pemerintah terus mengalami kenaikan, apalagi bila terjadi lonjakan harga minyak dunia,” tutur Wapres.

Selisih sebanyak 300 ribu barel per hari inilah yang harus ditekan melalui penghematan, antara lain melalui pengalihan minyak tanah ke gas, dan minyak diesel ke batu bara.

Bank Indonesia (BI) mendukung sepenuhnya kebijakan pemerintah menyesuaikan subsidi BBM dengan menaikkan harga BBM. “Kami melihat langkah pemerintah untuk mengurangi tekanan terhadap fiskal melalui penyesuaian subsidi BBM, merupakan perkembangan yang menggembirakan,” ujar Deputi Gubernur Senior BI, Miranda S. Goeltom, seusai Rapat Dewan Gubernur BI di Gedung BI.

Hal itu akan memberi arah yang lebih pasti bagi BI dan pemerintah untuk mengendalikan tekanan inflasi yang menguat. BI sudah memperhitungkan angka inflasi akibat kenaikan BBM itu. “Semua sudah kami perhitungkan bagaimana perkiraan inflasi sampai akhir tahun. Lebih baik saya tidak menyebutkan, yang pasti kami sudah memperhitungkan semuanya,” ujarnya.

DPR menolak

Sementara itu, kalangan DPR menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM. Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mahfudz Siddiq, meminta pemerintah tidak terburu-buru menaikkan harga BBM. Dampak kenaikan BBM tahun 2005 belum pulih benar.

“Perbedaan Indonesia dengan negara-negara lain, kondisi daya beli sebagian besar masyarakat masih lemah dan dampak kenaikan BBM tahun 2005 belum teratasi. Dikhawatirkan timbul gejolak sosial,” ujarnya.

Ketua Fraksi PDIP Tjahjo Kumolo mengatakan, pemerintahan SBY jangan menjadikan alasan perekonomian global untuk menaikkan BBM. “Alasan apa pun, Fraksi PDIP meminta pemerintah tidak menaikkan BBM, karena realitas beban rakyat untuk kehidupan sehari hari semakin berat,” ujarnya.

Sekjen DPP PPP Irgan Chairul Mahfiz mengatakan, inflasi yang tinggi akibat kenaikan BBM akan meningkatkan suku bunga sehingga dunia usaha kesulitan memperoleh dana dan harga produk akan makin mahal, sementara daya beli rakyat turun.

Anggota Komisi XI DPR Drajad Wibowo mengemukakan, angka kemiskinan diperkirakan akan bertambah sekitar 3 juta orang, jika harga BBM kembali naik tahun ini.

Keluar OPEC

Sementara itu, pemerintah Indonesia saat ini sedang mempertimbangkan kemungkinan untuk keluar dari Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC), mengingat posisi Indonesia yang saat ini telah menjadi negara pengimpor minyak.

“Dalam sidang kabinet terakhir, kita memikirkan apakah kita tetap berada di OPEC atau keluar, sambil kita meningkatkan produksi dalam negeri. Karena Indonesia saat ini tidak lagi menjadi oil exporting country, tapi justru menjadi oil importing country,” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, saat membuka Musrengbangnas 2008 di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (6/5).

Presiden memaparkan, produksi minyak mentah Indonesia hingga saat ini berada di bawah satu juta barel per hari, akibat sumur-sumurnya sudah mengalami decline dan tua. Untuk itu, Presiden berharap semua pihak bisa meningkatkan produksi minyak ke depan dengan mencari sumber-sumber baru tanpa merusak lingkungan. Harapannya, dalam dua sampai tiga tahun ke depan, Indonesia dapat meningkatkan kembali produksi minyak mentahnya.

Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro mengatakan, rencana keluarnya Indonesia dari keanggotaan OPEC masih akan dikaji pemerintah. Rencana itu lebih didasari pertimbangan terlalu banyaknya iuran keanggotaan, bukan karena pertimbangan kesulitan Indonesia terkait tingginya harga minyak.

Mengenai kapan Indonesia keluar dari keanggotaan OPEC, pemerintah belum memastikan waktunya. Saat ditanya Purnomo enggan menjawab. “Ini baru pembicaraan hasil rapat kabinet kemarin. Jadi akan kita kaji lagi secara cermat indikasinya,” kata Purnomo. (A-130/ Dtc)***

sumber berita

Iklan

9 Tanggapan

  1. kenapa harus selalu naik sih??
    Ada kemingkinan turun gak ya ❓

  2. Kita sekarang sedang kaji kenaikan BBM sebesar 20 persen, 25 persen, dan 30 persen. Kalau kenaikannya 30 persen, kita akan dapat dana dari penurunan subsidi BBM sebesar Rp 35 triliun,” ujarnya.
    ……………………………..
    sepertinya dari kalimat itu kemungkinan turun jelas enggak ada

  3. Salam..

    Yup, Tolak Kenaikan BBM! akan semakin banyak rakyat miskin…

    saya minta ijin ngelink blog ini di untuk artikel blog saya, terimakasih.

  4. […] telah kita ketahui, semalam sebelumnya Presiden mengadakan rapat dewan terbatas yang menghasilkan keputusan untuk menaikkan BBM pada waktu dekat […]

  5. Salam Kenal,
    Wah BBM kalo naek lagi bakal mati nich rakyat!! pa ga mikir ma orang susah!!

  6. blog ini bebas di copas asal menggunakan sumber dan
    sumber berita tetap dicantumkan

  7. Pilihannya tinggal ADAPT or DIE

    mengikuti laju percepatan harga minyak, atau beralih ke bahan bakar lainnya.

    Karena terlalu hil yang mustahal kalau harga BBM turun

    *coba kalau para anggaran buat para pejabat bisa dipotong 30%*
    *mimpi kali yee*

  8. smakin gak jadi aja mo beli mobil…
    😦

  9. iya nih kaya nya harus lebih kencangin ikat pinggang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: