Presiden Minta Gerakan Berhemat: BBM Naik, Alternatif Akhir

05/05/2008 07:50:01 JAKARTA (KR) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan, penyelamatan APBN dengan cara menaikkan harga BBM adalah alternatif terakhir. Sebab, pemerintah saat ini terus menganalisa cara lain selain, menaikkan BBM. Hal itu ditegaskan Presiden dalam pidatonya di Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta dalam acara Milad ke-10 Partai Keadilan Sejahtera (PKS). ”APBN kita telah mengalami pukulan yang berat karena subsidi BBM, namun kita harus terus ikhtiar dan cari solusi. Solusi itu tidak harus cepat menaikkan BBM. Menaikkan BBM adalah cara terakhir apabila tidak ada cara lain,” tegas Presiden, Minggu (4/5). Oleh karena itu, Presiden mengajak kepada seluruh elemen masyarakat agar terus melakukan gerakan hemat BBM. Dengan cara seperti itu, subsidi untuk BBM bisa ditekan sehingga dapat mengurangi beban APBN. ”Pembatasan energi, hemat BBM secara nasional agar terus berjalan dengan baik,” harap Presiden. Dalam kesempatan itu, Presiden juga mengajak kepada golongan mampu agar dapat membantu terhadap golongan miskin. Hal itu dilakukan agar adanya pemerataan kesejahteraan antarmasyarakat Indonesia. ”Kepada seluruh rakyat Indonesia yang kuat bantulah yang lemah, yang kaya bantu yang miskin. Dengan demikian, jadi adil kehidupan ini kita ingin makmur bersama, marilah kerja dengan kesetiakawanan sosial yang tinggi,” ajak Presiden.

Sementara itu dikesempatan yang sama, Presiden PKS Tifatul Sembiring juga sependapat Presiden SBY. Dan, pada kesempatan ini pula Tifatul menyerukan seluruh kader dan simpatisan PKS untuk merapatkan barisan dan mengkonsolidasikan organisasi meraih kemenangan pada Pemilu mendatang. Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan masa kampanye pada bulan Juli 2008, sehingga PKS harus bekerja keras mengkonsolidasikan organisasi untuk mencapai kemenangan, katanya. Dua kemenangan dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur di Jawa Barat dan Sumatera Utara baru-baru ini merupakan dorongan yang kuat bagi akselerasi semangat PKS menjalankan mesin politiknya. Apalagi PKS berhasil menggusur banyak partai lain termasuk dua partai besar yakni Partai Golkar dan PDI Perjuangan – dalam pemilihan di dua propinsi utama di Indonesia, yaitu Jawa Barat dan Sumatera Utara, dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2008-2013. Kemenangan PKS di Jawa Barat yang merupakan propinsi berpenduduk terpadat di Pulau Jawa dan di Sumatera Utara yang menjadi propinsi barometer politik di Pulau Sumatera sekaligus menjadi modal menghadapi pemilihan serupa di Riau (5/8), Sumatera Selatan (4/9), Lampung (3/9), Jawa Tengah (22/6), Jawa Timur (23/7), Bali (9/7), NTB (7/7), NTT (2/6), Kaltim (25/6), dan Maluku (9/7) pada tahun 2008 ini. Bila dalam pemilihan kepala daerah di tingkat propinsi itu, termasuk berbagai pemilihan kepala daerah di tingkat kabupaten/kota lain, calon-calon yang didukung PKS menang maka gerbang kemenangan PKS dalam Pemilu 2009 pun semakin terbuka lebar. Pada Pemilu 1999 secara nasional PKS mencapai urutan ketujuh dan pada Pemilu 2004 naik menjadi peringkat kelima. Pada Pemilu 2009, PKS menargetkan menang dalam pemilu atau setidaknya memperoleh 20 persen suara. Data potensial pemilih pemilu (DP4) yang disampaikan komisi Pemilihan Umum (KPU) baru-baru ini berjumlah 154.741.787 jiwa. Bila data itu dijadikan asumsi jumlah pemilih yang memberikan suara pada Pemilu Legislatif 2009, PKS perlu mendapatkan dukungan sekitar 30,9 juta suara pemilih untuk memenuhi target 20 persen suara. (Sim/Mgn)

sumber berita

Iklan

Satu Tanggapan

  1. kalo emang baik
    ayo kita dukung
    o iya ada pengumuman penting di postingan terbaru
    silahkan mampir
    terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: