Siap-siap BBM akan naik 30%

JAKARTA – Kendati harga BBM premium dan solar untuk transportasi umum tidak mengalami perubahan alias tetap Rp4.500 per liter untuk premiun dan Rp4.300 per liter untuk solar, berbagai pihak, terutama kalangan pengusaha, tetap ketar-ketir karena informasi yang beredar menyebutkan pemerintah telah menetapkan skenario harga BBM akan dinaikkan sebesar 30 persen, dan mulai diberlakukan Juni tahun ini.

Informasi ini menyusul keputusan pemerintah menaikkan harga BBM untuk industri sebesar 6 sampai 11 persen per 1 Mei 2008 kemarin. Menteri Keuangan sendiri sebelumnya telah membantah akan menaikkan harga BBM Juni 2008. Namun kalangan pengusaha tak mau percaya begitu saja. “Dikatakan pemerintah telah menyi-apkan skenario kenaikan per Juni 2008,” kata Ketua Komite Tetap Kadin Indonesia Bidang Moneter dan Fiskal, Bambang Soesatyo, di Jakarta, Kamis, menunjuk informasi yang dilansir Financial Times Inggris.

Karena itu, di dalam negeri muncul desakan agar Presiden Yudhoyono menolak bila ada usulan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di atas 30 persen karena hal itu hanya akan mendorong inflasi sampai dua digit.

“Pelaku usaha mengimbau Presiden untuk menolak jika skenario kenaikan harga B-BM di atas 30 persen karena dapat memicu inflasi dua digit,” kata Bambang.

Dalam situasi sekarang, katanya, skala kenaikan harga BBM di atas 30 persen akan sulit ditoleransi rakyat dan potensi biaya politiknya sangat besar.

Ia berharap Presiden mendengar dan menyimak wacana yang telah dikembangkan akhir-akhir ini oleh para ekonom, Kadin, dan elemen masyarakat lainnya agar kenaikan BBM sebesar 10 persen.

“Namun jika harga (minyak mentah) terus bergerak dan bertengger di kisaran 120 dolar AS per barel, maka skala kenaikan paling moderat maksimal 20 persen,” katanya.

Namun pengamat ekonomi dari UGM, Avilliani berpendapat, kenaikkan 30 persen harga BBM untuk industri sudah ideal. Pasalnya, kata Avilliani, jika kenaikkan dibawah 30 persen, beban pemerintah akan lebih berat.

“Selama ini kan subsidi untuk BBM lebih dari 30 persen anggaran APBN, yakni mencapai Rp 215 tiriliun. Jumlah ini sangat besar sekali, hingga akhirnya ketika hargaminyak mentah dunia mengalami kenaikkan, beban APBN kita semakin berat. Idealnya, subsidi untuk BBM itu Rp 100 triliunan lah,” jelas Avilliani menjawab Harian Terbit.

Avilliani juga setuju jika hasil kenaikkan harga BBM untuk industri digunakan untuk pengentasan kemiskinan. “Dengan kenaikkan hingga 30 perse, sangat cukup digunakan untuk pengentasan kemiskinan di Tanah Air,” tambah Avilliani.

Sementara itu dari New York dilaporkan, Kamis (hari ini- red) harga minyak dunia melemah karena dolar AS menemukan kekuatan baru terhadap euro dan mata uang utama lainnya, di tengah ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve AS telah menghentikan langkah agresif penurunan suku bunganya, kata para dealer.

Kontrak berjangka utama minyak New York, jenis “light sweet” untuk pengiriman Juni jatuh 94 sen menjadi ditutup pada 112,52 dolar AS per barel. Minyak mentah New York telah mencapai rekor tertinggi 119,93 dolar pada Senin lalu. (lam/saa/ant)

sumber berita

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: