Hari Ini, Tim Advokasi dan Hukum Tri-Ben Laporkan Temuan Pelanggaran dan Pidana Pilkada ke MA

Medan (SIB)
Sejumlah temuan pelanggaran dan pidana Pilkada pada penyelenggaraan pemilihan gubernur Sumut akan dilaporkan ke Mahkamah Agung (MA) melalui Pengadilan Tinggi Sumut hari ini, Senin (28/4) oleh Tim Advokasi dan Hukum Tritamtomo-Benny Pasaribu (Tri-Ben). Sementara itu, Tim Pemenangan Abdul Wahab Dalimunthe-Raden Muhammad Syafi’i (Waras) sedang melakukan pembahasan akhir dan secepatnya juga akan memasukkan laporan temuannya.
Anggota Tim Advokasi dan Hukum Tri-Ben, Arteria Dahlan ST SH kepada wartawan, Minggu (28/4) menyampaikan, seluruh berkas-berkas dan bukti pendukung telah dikumpulkan serta siap diserahkan ke MA melalui PT Sumut di Medan. “Besok (hari ini -red) akan kita masukkan ke MA melalui PT Sumut dengan bukti-bukti lebih satu karung berupa dokumen Pilgubsu,” kata Arteria.

Temuan yang akan dilaporkan di antaranya, mengenai kesalahan penghitungan suara, terjadi pelanggaran Pilkada dan tindak pidana Pilkada. Lebih spesifik temuan Triben dijelaskan Arteria, telah terjadi penggelembungan suara salah satu kandidat, pengempesan suara milik pasangan Tri-Ben dan pasangan lainnya, tidak memasukkan warga pemilih Tri-Ben di dalam DP4 dan DPT meskipun sebelumnya pada Pemilu legislatif ikut memilih.
“Kalau penyelenggara Pilkada jujur dan profesional, Tri-Ben yang akan memenangkan perolehan suara dan berhasil menjadi Gubernur Sumut, untuk itu semua temuan harus diproses hukum agar bisa dibuktikan melalui pengadilan,” kata Arteria.
“Saat ini Tim Waras sedang dalam pembahasan akhir dan dalam waktu dekat ini akan memasukkan laporannya,” kata Mustofawiyah Sitompul ketika dikonfirmasi Minggu (27/4). Rencana melaporkan temuan atas pelanggaran dan pidana Pilkada tersebut sesuai dengan pernyataan Ketua Harian Tim Pemenangan Waras, Abdul Hakim Siagian yang didampingi Mustofawiyah Sitompul di Hotel Grand Angkasa, Medan, Kamis (24/4) lalu ketika menjadi saksi dalam rapat pleno terbuka rekapitulasi suara Pilgubsu.
Tim Waras juga akan melaporkan dan menggugat tidak profesionalnya penyelenggara Pilkada, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut dan Pemrovsu atas berbagai temuan pelanggaran dan pidana Pilkada. Tim Waras juga memprotes dan mempertanyakan hasil perhitungan suara yang dibacakan oleh KPUD Sumut dalam rapat Pleno.
Tim Waras juga menemukan data yang berbeda, yakni adanya selisih perhitungan suara cukup jauh dalam berita acara dari KPUD dengan saksi mereka di tiap-tiap TPS. Mustafa menyampaikan, tujuh daerah yang ditemukan terjadi kesalahan penghitungan suara salah satunya di Kabupaten Deli Serdang, yaitu di Kecamatan Lubuk Pakam, Kecamatan Bringin, Kecamatan Bangun Purba, Kecamatan Tanjung Morawa.
Dijelaskannya, dalam berita acara tidak disampaikan berapa surat suara yang terpakai, berapa jumlah pemilih, berapa surat suara yang tidak sah dan berapa sisa surat suara. Selanjutnya, dalam berita acara, terdapat ketidaksamaan antara yang diumumkan oleh KPU dengan temuan di lapangan. Kemudian, adanya selisih C1 KWK dengan berita acara yang disampaikan. Sebagai bentuk protesnya, saksi dari Waras tidak ikut menandatangani berkas rekapitulasi perhitungan suara. (M24/d)

Iklan

3 Tanggapan

  1. semoga
    perjuangan akan membuahkan hasil yang manis

  2. wow semoga ngak bermasalah kayak di maluku utara. pilkada di jawa barat pun awalnya bakal dikira kisruh sejak tim kampanye agum gumelar mempermasahkan kecurangan2. Tapi untung aja ngak kayak di maluku utara…. kan bikin malu 😐

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: