Umat Islam Tak Butuh SKB tentang Ahmadiyah

Sekjen Badan Pekerja Dewan Kebangkitan Islamiyah Indonesia
Umat Islam Tak Butuh SKB tentang Ahmadiyah

akarta-Sekjen Badan Pekerja Dewan Kebangkitan Islamiyah Indonesia Mohammad Ida Nasim mengatakan, pemerintah tidak perlu mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Ahmadiyah. SKB yang didesakkan sejumlah pihak kepada pemerintah itu, jelas melanggar konstitusi dan hanya mewakili kelompok tertentu, bukan kepentingan umat Islam.
“Mayoritas umat Islam tidak membutuhkan SKB tersebut,” tegas Mohammad Ida Nasim kepada SH, Kamis (24/4) pagi. Menurutnya, hadirnya aksi-aksi menentang Ahmadiyah terkait situasi menjelang Pemilu 2009. Oleh karena itu, umat Islam jangan mudah terpancing situasi yang diciptakan tersebut.

Kehadiran kelompok-kelompok yang menentang Ahmadiyah selalu menimbulkan kontroversi, bukannya mendatangkan kedamaian seperti yang dicita-citakan Islam. Justru tindakan seperti ini yang meresahkan masyarakat, tegasnya. Pemerintah seharusnya hanya mengurus masalah administratif dan tidak mengintervensi masalah keyakinan.
“Pemerintah tidak memiliki hak untuk mengeluarkan SKB tentang Ahmadiyah. Intervensi justru akan melanggar konstitusi yang menjamin setiap orang Indonesia memeluk agama dan keyakinannya, serta menjalankannya,” tegas Ida. Ia juga mengingatkan seluruh umat Islam agar menyerukan perdamaian dan antikekerasan untuk membuktikan bahwa Islam itu membawa perdamaian. “Mendukung SKB terhadap Ahmadiyan berarti mempercepat disintegrasi bangsa.”
Ketua Gerakan Pemuda Anshor Kota Depok H Badrudin mengemukakan, akan tetap mengajak jemaah Ahmadiyah melakukan kegiatan sosial walaupun nantinya ada SKB Menteri Agama, Jaksa Agung, dan Menteri Dalam Negeri terkait larangan ajaran Ahmadiyah. Kegiatan sosial itu seperti membersihkan jalan dan menanam pohon.
Sebelumnya, Jaksa Agung Hendarman Supandji mengatakan, SKB itu rencananya dikeluarkan Rabu (23/4), guna menindaklanjuti rekomendasi Badan Koordinasi Pengawasan Kepercayaan Masyarakat (Bakor Pakem). Namun anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Adnan Buyung Nasution menilai keputusan tersebut tidak mempunyai landasan hukum yang kuat sehingga akan berupaya mencegah keluarnya SKB tentang penghentian aktivitas Ahmadiyah tersebut.
Mengenai SKB yang batal dikeluarkan Rabu kemarin, Mensesneg Hatta Radjasa mengatakan SKB tersebut masih dibahas oleh menteri terkait, yaitu Mendagri, Menag, dan Jaksa Agung.
Saat ditanya apa kendalanya, Hatta tidak menjelaskannya. “Kan itu masih dibahas oleh menteri terkait,” katanya.
(web warouw/dina sasti damayanti)

sumber berita

berita lain :

1.Pemerintah Kucurkan Dana Rp1 Triliun untuk Petani
2. Sira Warning Balon Bupati Dari Asahan

5 Tanggapan

  1. pengennya sich hidup damai dalam toleransi dan kebersamaan
    setuju ?

  2. ga perlu toleransi bagi pendusta agama!!!!! pemerintah jangan merusak citra islam donk…. soal yg satu ini harus tegas pak!! mengerti!!!

  3. KITA BERHARAP
    Pemerintah jangan tunduk kepada “Kelompok Taliban Indonesia” jika tidak ingin jadi Afghanistan II. SKB anti Demokrasi, HAM DAN ANTI TUHAN karena ORANG MAU MEMPOSISIKAN DIRI JADI SAINGAN TUHAN.Jika Ahmadiyah dibubarkan, tunggu giliran IJABI, LDII dan PENGHANCURAN GEREJA LEBIH HEBAT LAGI dengan alasan SKB penyebaran agama.

  4. Ya betul tuh,waktu saya kuliah pernah diajak NGERUSAH GEREJA di Ujung Berung Bandung,untung tidak mau.Alasan mereka RKB penyebaran agama. MUNGKIN 10 TAHUN KEDEPAN BANGSA INI BARU AKAN TAHU BAHWA ISLAM ITU DAMAI DAN DAMAI ITU INDAH.Kita ga usah USIL.

  5. memang di indonesia ada kebebasan beragama, dan tentunya setiap penganut pasti tidak akan rela jika agamanya dilecehkan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: