Tuntut Pilkada Ulang, Ratusan Pengunjuk Rasa ‘Kepung’ Kantor KPU Sumut

Aliansi Ormas Islam Sumut Ingatkan Cagub/Wagubsu Tepati Komitmen Pilkada Damai

Medan, (Analisa)

Ratusan massa pengunjuk rasa dari berbagai kelompok dan elemen masyarakat, Rabu (23/4) menggelar aksi di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut, Jalan Perintis Kemerdekaan Medan. Mereka minta penghitungan suara Pilkada dihentikan sebelum dilakukan pemilihan susulan bagi masyarakat yang tak terdaftar sebagai pemilih.

Demonstran datang ke kantor KPU secara bergelombang, mulai pagi hingga sore. Tercatat Analisa kelompok pengunjuk rasa mengatasnamakan Forum Masyarakat Menggugat (Forasgat), Forum Peduli Pilkada (FPP) Sumut, Aliansi Mahasiswa Peduli Pilkada Sumatera Utara (AMPP-SU), Jaringan Komunitas Rakyat Miskin (JKRM-Uplink Simpul Medan), LSM Pemantau Penyalahgunaan Peraturan Pemerintah (P4AN), Gerakan Pemuda Islam (GPI), Referendum Demokrasi Masyarakat (Refdem), Gerakan Mahasiswa Membangun (GMM) serta masyarakat dari sejumlah daerah di antaranya Medan, Langkat, dan Deli Serdang.


Massa yang datang secara bergelombang dengan menumpang kenderaan roda empat dan dua, mendapat penjagaan ketat dari aparat keamanan. Sehingga massa hanya berkumpul di pintu masuk gedung KPU.

Walau sempat memacatkan arus lalu lintas, namun aksi berjalan tertib tanpa ada tindakan anarkis.

Dalam orasi dan pernyataan sikapnya, pengunjuk rasa mempersoalkan banyak masyarakat yang tidak terdaftar sebagai pemilih sehingga tidak dapat menggunakan hak pilihnya.

“Banyak masyarakat punya hak untuk memilih tapi tidak terdaftar, sebaliknya oragnya tidak ada malah didaftar. Kami bukan golput, tapi kami digolputkan. Untuk itu kami meminta Pilkada ulang agar yang tidak terdaftar dapat menggunakan hak suaranya,” ujar seorang pengunjuk rasa dari salah satu elemen.

Usut Kesalahan

Sementara Gerakan Pelajar Islam (GPI) dalam pernyataan sikapnya, meminta agar mengusut tuntas kesalahan dalam Pilkada Sumut, KPU harus transparan atas kesalahannya dan mencari solusi atas kerugian sebagai pemilih.

Menyerukan kepada seluruh masyarat agar tidak terpancing situasi yang membawa perpecahan.

Sedang Forasga dalam salah satu butir pernyataan sikapnya, menuntut agar Pilgubsu diulang kembali demi terlaksananya hak pilih rakyat yang dijamin konstitusi negara untuk menentukan Gubsu/Wagubsu dan masa depan Sumut dengan azas luber dan jurdil.

Tuntutan senada juga disampaikan AMMP-SU yang salah satu butir penyataan sikapnya meminta KPU Sumut agar melakukan peninjauan ulang terhadap Pilkada Sumut, karena bobroknya data pemilih tetap demi menjaga kestabilan Sumatera Utara.

Atas berbagai tuntutan itu, pengunjuk rasa meminta ketua KPU Sumut menemui mereka menyampaikan tanggapannya dan tidak bersedia diwakilkan. Namun, pada saat itu tidak satu pun anggota KPU tak masuk kantor sehingga pengunjuk rasa bertahan di depan pintu masuk, dan akhinya mereka membubarkan diri.

Dukungan

Sorenya, 20 Ormas Islam yang tergabung dalam Aliansi Ormas Islam Sumatera Utara mendatangi gedung KPU Sumut. Mereka menyampaikan dukungan atas kinerja KPU Sumut dan minta agar lembaga ini tidak mudah diintervensi.

Aliansi Ormas Islam itu, antara lain, IKADI Sumut, PKNU, Forum Aksi Umat Islam Deli Serdang, Gema Al-Ittihadiyah, Lembaga Da’wah Amar Ma’ruf, BKMT Medan, JBMI, JPRMI, HIMSU dan Persaudaraan Muslimah.

Ketua Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) Sumut, Ikhyar Velayati Harahap didampingi Sakhira Zandi, mengimbau semua pihak untuk menghormati hasil suara yang ditetapkan KPU Sumut.

Bagi Cagub/Cawagubsu, lanjutnya, agar komit dengan ikhlas terhadap kesepakatan Pilkada damai. Seperti yang dideklarasikan sebelumnya dengan komitmen siap kalah, dan siap menang. Serta menjaga konstituennya, tetap ikhlas dan sabar menerima kenyataan.

Masyarakat juga diharapkan agar tidak mengeluarkan statemen yang dapat memperkeruh suasana demi menjaga Sumut tetap kondusif.

Karena anggota KPU tak ada, mereka diterima Kasubbag Humas KPU Sumut Handoko Suprayudi.

Dikatakan, dalam menyelenggarakan pelaksanaan Pilgubsu, KPU sudah bekerja secara maksimal. “KPU dalam melakukan tahapan Pilkada tidak ada diintervensi dari pihak manapun dan tetap berpedoman kepada Undang-undang dan peraturan yang berlaku.

Setelah menyampaikan aspirasinya di KPU Sumut, massa Koalisi Ormas Islam mendatangi Kantor MUI Sumut di Jalan Sutomo Ujung menyampaikan sikap sama.

Seruan MUI

Ketua MUI Sumut Bidang Pendidikan, Dr H Ramli Abdul Wahid MA didampingi Humas Husni AS, menyampaikan dukungannya dengan sikap ormas Islam terhadap hasil pilgub tersebut.

“Kita bersyukur karena pilgub berjalan dengan aman, damai dan lancar,” ungkapnya.

MUI Sumut sendiri, kata Ramli, sebelum pelaksanaan Pilgubsu telah menyampaikan seruan kepada umat dan masyarakat Sumut untuk mensukseskan pesta demokrasi ini, jangan golput dan harus menentukan calon terbaik.

Terpenting adalah masing-masing pengurus partai, tim sukses dan masyarakat pemilih menjaga ukhuwah dan persaudaraan yang selama ini terpelihara dengan baik.

Diharapkan kepada umat Islam pada khususnya, untuk dapat menerima hasil pilgub dengan ikhlas, sehingga gubernur Sumut terpilih nantinya dapat melaksanakan program pembangunan dengan baik, ungkap Ramli. (sug/rmd)

sumber berita

berita lain :

1. KPU Asahan Harus Pahami Kultur Masyarakat Batubara
2. Umat Islam Diimbau Amankan Hasil Pilkada

Iklan

2 Tanggapan

  1. Kami undang pembaca AsahanNews untuk membaca tulisan ini :

    http://batubaranews.wordpress.com/2008/04/24/tentang-kemenangan-syampurno/

    Maaf Pak Admin, permisi ! 😀

  2. hahahahahahahahaaa…….. ga usah buang uang bung!! sayang dah abis banyak…khan tambah lebih banyak lagi tuh…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: