Naskah Supersemar beredar di Internet ?

Asahannews( berita sahan )
gambar surat supersemarSupersemar disebarluaskan melalui internet ?
Kita wajib bangga terhadap perkembangan dunia maya yang semakin hari semakin meningkat peminatnya dan tak tanggung tanggung hal sekecil apapun informasi sangat mudah ditemukan dan kebebasan mengeluarkan pendapatpun tercurah melalui blog maupun situs.

Kali ini SUPERSEMAR yang selama ini menjadi pertanyaan besar akan keberadaannya berada dimana kini terlihat di sebuah web yang telah memposting dan dibarengi dengan fhoto surat SUPERSEMAR tersebut.agar hal ini tidak menjadi bahan pertanyaan akan kebenarannya kita tunggu DEPKOMINFO untuk melihat apakah surat tersebut asli atau tidak.

berita terkait :

Naskah Supersemar Beredar di Internet
Nograhany Widhi K – detikNews

Jakarta – Naskah asli Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) hingga saat ini masih tidak diketahui keberadaannya. Belum lama ini muncul naskah Supersemar di internet. Naskah diketik di sebuah kertas berwarna kekuningan yang tampak tua.

Naskah Supersemar tersebut beredar dari milis dan email. Dalam versi online ini, naskah Supersemar diketik di atas kertas berkop Presiden Republik Indonesia disertai logo padi dan kapas di atasnya.

Selain logo padi dan kapas, ada juga logo burung Garuda di sisi kiri. Di akhir naskah ada tanda tangan Presiden Indonesia Soekarno pada 11 Maret 1966. Naskah ditulis dalam ejaan lama.Sejumlah kejanggalan ada dalam naskah tersebut. Misalnya meskipun menggunakan ejaan lama, anehnya nama Soeharto dan Soekarno ditulis dengan ejaan baru.

Ada empat diktum dalam naskah tersebut. Diktum pertama berisi ‘Mengingat’. Kedua, Menimbang. Ketiga Memutuskan dan Memerintahkan’. Keempat bertulis selesai.

Dalam ‘Mengingat’, ada 2 hal yang disampaikan yakni pertama, mengingat tingkatan revolusi sekarang ini serta keadaaan politik nasional maupun internasional. Kedua, Perintah Harian Paglima Tertinggi Angkatan Bersenjata/ Presiden/ Panglima Besar Revolusi pada tanggal 8 Maret 1966.

Dalam ‘Menimbang’ juga berisi 2 hal. Pertama, perlu adanya ketenangan dan kestabilan pemerintahan dan jalannya Revolusi. Kedua, perlu adanya jaminan dan kewibawaan Presiden/Panglima Tertinggi/Pemimimpin Besar Revolusi serta segala ajaran-ajarannya.

Sementara dalam ‘Memutuskan/ Memerintah’ berbunyi kepada Letnan Jendral Suharto, Menteri Panglima Angkatan Darat. Atas nama Presiden/Panglima Tertinggi/Pemimimpin Besar Revolusi memerintahkan tiga hal.

Satu, mengambil segala tindakan yang dianggap perlu, untuk terjaminnya keamanan dan ketenangan serta kestabilan jalannya Pemerintahan dan jalannya Revolusi, serta menjamin keselamatan pribadi dan kewibawaan Pimpinan Presiden/Panglima Tertinggi/Pemimimpin Besar Revolusi/Mandataris M.P.R.S demi untuk keuntuhan bangsa dan negara Republik Indonesia, dan melaksanakan dengan pasti segala ajaran Pemimpin Besar Revolusi.

Dua, mengadakan koordinasi pelaksanaan perintah dengan Panglima-panglima angkatan lain dengan sebaik-baiknya. Ketiga, supaya melaporkan segala sesuatu yang bersangkut-paut dalam tugas dan tanggung-jawabnya seperti diatas.

Pada Diktum kempat hanya tertulis Selesai.
(iy/nrl)
sumber berita

3 Tanggapan

  1. kita patut bangga , supersemar di edarkan di internet, dan lebih-lebih lagi info-nya perkembangan supersemar itu sampai sekarang.
    maksih bang……

  2. set dah 8O
    aku cuti seminggu aja, udah bener2 kayak orang oon bgd, gak tau berita.

  3. ko saya br tau yaaaa…

Tinggalkan Balasan